Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Pemilih Pemula Capai 35.140 Orang

Senin, 23 Jul 2018 16:50 | editor : Wijayanto

PEMULA: Warga Manukan saat pencoblosan pilkada serentak pada Juni lalu. KPU mencatat ada penambahan pemilih pemula yang cukup siginifikan pada pemilu mendatang.

PEMULA: Warga Manukan saat pencoblosan pilkada serentak pada Juni lalu. KPU mencatat ada penambahan pemilih pemula yang cukup siginifikan pada pemilu mendatang. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Pemilih pemula yang akan melaksanakan pencoblosan pemilu 2019 di Surabaya diperkirakan mencapai 35.140 orang. Pemilih tersebut merupakan pemilik hak suara yang berusia 17 tahun pada 17 April nanti serta pensiunan TNI dan Polri yang sudah bisa menggunakan hak suaranya.

Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi mengatakan, Daftar Pemilih Sementara (DPS) Surabaya pada Pemilu 2019 sebanyak 2.041.201 pemilih. DPS tersebut merupakan hasil pemutakhiran dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada 2018 sejumlah 2.006.061 pemilih.

“Kami sudah koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) terkait pemilih yang akan berusia 17 tahun di saat hari pencoblosan,” kata Nur Syamsi, kemarin.

Selanjutnya, KPU Surabaya juga akan menetapkan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) pada Pemilu 2019.  DPSHP tersebut nantinya akan menjadi bahan untuk penetapan DPT pada Agustus mendatang.

Nur Syamsi menegaskan, pemilih pemula yang berusia 17 tahun nantinya juga akan bisa mendapatkan e-KTP sebagai syarat pencoblosan. Nantinya, Dispendukcapil secara teknis akan berupaya untuk mengakomodir pemilih pemula tersebut.

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Suharto Wardoyo mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap calon pemilik e-KTP baru berdasarkan usia wajib memiliki e-KTP. Nantinya, sosialisasi itu juga akan dilakukan di sejumlah sekolah yang agar siswa yang akan berusia 17 tahun bisa melakukan perekamanan terlebih dahulu. “Perekemanan secara offline nantinya biar saat usia 17 tahun e-KTP nya langsung jadi,” ujarnya.

Pejabat yang akrab disapa Anang ini mengungkapkan, jemput bola dilakukan agar nantinya proses kepemilikan e-KTP bagi masyarakat yang genap berusia 17 tahun saat pencoblosan bisa dilakukan dengan tepat. Harapannya, Dispendukcapil juga ikut membantu pelaksanaan pesta demokrasi dengan memberikan fasilitas yang cepat pada pemilik hak suara di hari pencoblosan. “Sekarang didata biar bisa langsung update,” pungkasnya. (vga/rud)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia