Kamis, 13 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo
Iftitah Ditemukan di Alun-Alun Mojoagung

Penculik Bocah Minta Tebusan Rp 2 Juta

18 Juli 2018, 03: 00: 59 WIB | editor : Lambertus Hurek

Kompol Saibani berdialog dengan Iftitah dan ayahnya.

Kompol Saibani berdialog dengan Iftitah dan ayahnya. (Guntur Irianto/Radar Sidoarjo)

Iftitah Rizki Ramadhan, 9, sempat dilaporkan hilang dan sempat viral di media sosial. Warga Desa Jerukgamping, Kecamatan Krian, itu akhirnya ditemukan sedang duduk-duduk di Alun-Alun Mojoagung, Jombang, pada Selasa (17/7) pukul 00.30. Bocah ini diduga dibawa lari pamannya bernama Eko.
Korban dibawa lari sejak Jumat lalu oleh pamannya, dengan motif meminta sejumlah uang tebusan. Kejadian bermula ketika Iftitah sedang berada di rumah neneknya bersama Dafa, 11, kakaknya. Korban diajak pelaku jalan-jalan. Kedua keponakan itu pun dibawah ke taman untuk bermain tanpa seizin nenek atau orang tua korban.
Eh, ternyata mereka malah diajak ke Terminal Purabaya di Desa Bungurasih, Waru. Saat itu Dafa dan korban Iftitah tidak merasa ada yang aneh karena yang mengajaknya paman sendiri. “Saat di terminal, pelaku mengajak korban ke toilet dan meninggalkan Dafa sendirian,” kata Kapolsek Krian Kompol Saibani, Selasa (17/7).
Tak ayal, Dafa yang menunggu di terminal menangis karena Iftitah beserta pamannya tidak juga datang. Ia pun dibawa oleh petugas terminal, kemudian diserahkan ke orang tuanya. “Mulai saat itu (Jumat, 13 Juli) Iftitah dibawa kabur oleh pelaku menggunakan bus,” tuturnya.
Orang tua korban pun melaporkannya ke Polsek Krian terkait kasus dugaan penculikan. Pelaku sempat menghubungi orang tua korban untuk memberitahukan keberadaan mereka di Ngawi. Saat itu, pelaku juga meminta sejumlah uang tebusan. “Awalnya pelaku meminta uang Rp 2 juta. Kemudian turun sampai Rp 500 ribu, namun pelaku tidak mau. Dia memberitahukan jika korban berada di Alun-Alun Mojoagung,” katanya.
Mendapat informasi tersebut, orang tua korban melaporkannya ke Polsek Krian dan mendatangi lokasi bersama-sama mencari keberadaan korban. Bocah itu akhirnya ditemukan dalam keadaan syok. Kemudian langsung dibawa ke Polsek Krian. “Saat itu kami hanya menemukan korban saja. Pelaku tidak ada,” terangnya.
Kepada polisi, Iftitah Rizki Ramadhan mengaku sempat dibawa ke Ngawi hingga Sukoharjo. Kemudian diajak kembali ke Mojoagung. Perhiasan korban berupa anting-anting dan cincin juga dijual oleh pelaku untuk makan dan ongkos perjalanan. “Kami masih menyelidiki keberadaan tersangka saat ini,” jelasnya.
Mantan Kapolsek Buduran ini mengatakan, korban masih menjalani visum. Dikhawatirkan, korban mengalami hal-hal yang tidak senonoh selama proses penculikan tersebut. “Korban juga masih syok. Sehingga harus didampingi orang tuanya saat diperiksa,” katanya. (gun/rek)

(sb/gun/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia