Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Sidoarjo

KPU Tidak Perpanjang Pendaftaran Bacaleg

13 Juli 2018, 20: 41: 52 WIB | editor : Lambertus Hurek

Nanang Haromain Anggota KPU Sidoarjo.

Nanang Haromain Anggota KPU Sidoarjo. (DOK)

Masa pendaftaran bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dibuka sejak 4 Juli lalu. Namun, hingga kemarin belum ada satu pun partai politik yang mendaftarkan bacalegnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo. Partai-partai itu diperkirakan baru mendaftarkan bacalegnya menjelang tenggat pendaftaran pada 17 Juli mendatang.
Komisioner KPU Sidoarjo Divisi Hukum Nanang Haromain menegaskan, pihaknya tidak akan memperpanjang masa pendaftaran bacaleg. “Waktu yang diberikan saya rasa sangat cukup untuk menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan,” ujarnya, Jumat (13/7).
Selain itu, menurut dia, KPU Sidoarjo telah menyampaikan berbagai informasi persyaratan bagi para bacaleg. Sehingga, KPU menganggap tidak perlu memperpanjang masa pendaftaran. Lagi pula, tahapan pemilu legislatif memang sangat ketat.
Nanang mengimbau semua pengurus parpol agar segera mendaftarkan bacaleg ke KPU Sidoarjo. Ini karena batas waktu pendaftaran tinggal beberapa hari lagi. Menurut dia, pendaftaran lebih awal dilakukan agar bisa mengantisipasi bila ada berkas persyaratan yang harus diperbaiki.
"Kalau ada berkas yang kurang atau ada sedikit masalah, masih bisa diperbaiki. Kalau pada hari terakhir, ini yang akan membuat sulit parpol itu sendiri kalau ada kurang,” jelasnya.
Pendaftaran bacaleg dibuka pada pukul 08.00 hingga 16.00. Sedangkan pada hari terakhir, 17 Juli, pendaftaran dibuka mulai pukul 08.00 hingga pukul 24.00. "Lebih dari jam itu sudah kami tutup,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tito Pradopo mengatakan, pihaknya sudah siap menyetor nama-nama bacaleg ke KPU Sidoarjo. "Secara umum kami sudah siap. Nama-nama bacaleg sudah ada. Tinggal didaftarkan saja," katanya.
Politisi senior ini menegaskan, PDIP tidak kekurangan kader maupun profesional yang ingin maju sebagai wakil rakyat lewat PDIP. Padahal, jatah yang ditetapkan KPU paling banyak hanya 50 orang. Karena itu, Tito bersama pengurus lainnya masih menyaring nama-nama yang sudah masuk. Juga menentukan daerah pemilihan (dapil) untuk bacaleg. Perubahan dapil di Kabupaten Sidoarjo sedikit banyak mengubah strategi politik partai berlambang banteng gemuk moncong putih ini.
"Tentu para bacaleg itu dimajukan di dapil-dapil yang paling potensial untuk mendulang suara," katanya.
Pria yang akrab disapa Bung Tito ini menegaskan tidak akan maju sebagai bakal calon anggota DPRD Sidoarjo. Selain sudah pernah menjadi anggota dewan pada awal reformasi, dia ingin memberikan kesempatan kepada kader-kader muda untuk regenerasi. "Itu komitmen yang sudah lama saya sampaikan kepada teman-teman. Bahwa saya cukup mengurus dan membesarkan partai saja. Teman-teman lain yang berjuang di lembaga legislatif," katanya. (mus/rek)

(sb/mus/rek/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia