Kamis, 16 Aug 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Polisi Razia Stasiun KA dan Terminal Bus

Persempit Pelarian Terduga Peledakan Bom Bangil

Sabtu, 07 Jul 2018 12:48 | editor : Wijayanto

SIAGA: Anggota tim Respati Polrestabes Surabaya memeriksa calon penumpang di Stasiun KA Pasar Turi, Surabaya, Jumat (6/7).

SIAGA: Anggota tim Respati Polrestabes Surabaya memeriksa calon penumpang di Stasiun KA Pasar Turi, Surabaya, Jumat (6/7). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Surabaya - Pasca ledakan bom di Jalan Pepaya RT 01 RW 01 Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Pasuruan, Tim Khusus Respati Polrestabes Surabaya langsung bergerak. Tujuannya,untuk mempersempit ruang pelarian pelaku terduga teroris, Abdullah alias Anwardi yang juga eks narapidana terorisme.

Tim Respati menyisir sejumlah kawasan, khususnya, terminal bus dan stasiun kereta api (KA). Sebagai langkah awal, penyisiran dilakukan di stasiun KA Pasar Turi, Jumat (6/7). 

Tim khusus dengan seragam serba hitam bersenjata lengkap tersebut masuk ke dalam Stasiun Pasar Turi. Mereka menyebar dan menghampiri sejumlah pengunjung yang sedang menunggu kereta atau sedang antre tiket. Selain itu, ada anggota yang khusus mengawasi lokasi Pasar Turi untuk mengantisipasi terduga teroris tersebut ada di sana. 

“Kami juga mengecek identitas penumpang yang ada di sana, mulai KTP, SIM hingga passport dan barang bawaan mereka,” ungkap Ketua Tim Respati Polerstabes Surabaya, Ipda Ardian Wahyudi.  

Selain memberikan sosialisasi kamtibmas, tim juga diminta selalu wasapada terhadap orang-orang yang mencurigakan, khususnya terhadap pelaku teror. Selain itu, polisi menunjukkan foto teroris di Bangil, Pasuruan yang hingga saat ini diburu polisi atau Tim Densus 88.

“Tujuannya agar masyarakat ikut berperan aktif mengawasi orang-orang yang ada di sekitarnya, sehingga jika mendapati orang yang mencurigakan atau terduga teroris yang sesuai di foto agar segera melaporkan kepada polisi terdekat,” imbuhnya

Dia juga mengatakan jika kegiatan tersebut memang sengaja dilakukan untuk mempersempit ruang pelaku teroris untuk masuk dan bersembunyi di Surabaya. Namun dalam hal ini, polisi saja tak cukup. Peran semuanya termasuk masyarakat juga diperlukan.

“Penyisiran di stasiun ini kami lakukan lantaran bukan tidak mungkin pelaku teror tersebut dijadikan ruang untuk mereka untuk berpindah tempat, dari satu kota ke kota lain,” terangnya.

Selain di stasiun KA, kegiatan yang sama juga akan ditingkatkan di sejumlah terminal di Surabaya. Sebab terminal juga menjadi salah satu jalur yang digunakan terduga teroris untuk melarikan diri. 

“Dengan mematahkan jalurnya, tentu mereka tak bisa leluasa. Sehingga kami juga bisa melakukan penangkapan jika memungkinkan,” paparnya. 

Sementara itu, Dinda, salah satu calon penumpang kereta di stasiun Pasar Turi mengatakan hadirnya polisi sempat membuatnya terkejut. Ia mengira telah terjadi sesuatu di sekitarnya. 

"Sempat bertanya ke samping kanan kiri, ternyata hanya pengamanan katanya bukan ada kejadian macam-macam. Agak lega juga sih, merasa aman dan nyaman,” ungkap Dinda. 

Seperti yang diketahui sebelumnya seorang terduga pelaku peledakan bom di Bangil, Pasuruan bernama Abudullah alias Anwari masih dalam pencarian polisi. Dia kabur setelah meledakkan bom di rumah kontrakannya di Jalan Pepaya RT 01 RW01 Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil Pasuruan, Kamis (5/7).

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia