Rabu, 26 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Protes Karyawan Semen Indonesia

Tuduh Boros, Dirut SI Diminta Mundur

Senin, 02 Jul 2018 15:46 | editor : Aries Wahyudianto

Aksi Serikat Karyawan Semen Indonesia saat protes di Gedung Utama SI di Jalan Veteran.

Aksi Serikat Karyawan Semen Indonesia saat protes di Gedung Utama SI di Jalan Veteran. (Dok/Radar Gresik)

Ratusan karyawan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, menuntut Direktur Utama Hendi Prio Santoso mundur dari jabatannya. Karyawan yang tergabung dalam Serikat Karyawan Semen Indonesia (SKSI) menilai kepemimpinan mantan Dirut PGN tersebut boros dan tidak efisien.

"Sejak menjabat, dirt melakukan pemborosan dan tidak dapat memperbaiki krisis yang terjadi di PT Semen Indonesia saat ini," kata Sekretaris Umum Serikat Karyawan PT Semen Indonesia, Effnu Subiyanto.

Dikatakan, Dirut Hendi juga melakukan praktik KKN dalam penempatan jabatan di tubuh Semen Indonesia. Dia banyak memasukkan tenaga di luar organik Semen untuk menduduki jabatan-jabatan strategis. Dari total 40 tenaga eselon 1, direksi mengontrak 28 tenaga pro hire atau tenaga dari luar perusahaan.

“Manajemen saat ini rajin sekali menggunakan tenaga-tenaga pro-hire dibanding karyawan sendiri. Sehingga ini kami anggap pemborosan. Sebab gaji mereka tinggi bahkan berlipat-lipat dari gaji tenaga eselon internal,” ujarnya.

Dijelaskan, sebenarnya bibit-bibit konflik hubungan industrial perusahaan plat merah itu berawal sejak awal 2017. Saat itu manajemen menjanjikan bonus sebesar 4,5 kali lipat dari gaji. Namun realiasasi dilapangan manajemen hanya memberikan 2 kali lipat dari gaji dengan dalih efisiensi.

“Kalau memang efisiensi harusnya bonusnya direkturnya juga dipotong, jangan karyawan saja yang disengsarakan hidupnya,” tegasnya.

SKSI, kata dia,  juga menilai direksi saat ini enggan menempati kantor di Gresik dan Tuban. Sehingga perusahaan berjalan dengan model auto pilot. Bahkan kabar terbaru, SKSI mendengar rencana direksi membeli kantor baru di Jakarta Rp 200 miliar. Padahal Semen Indonesia sudah mempunyai kantor di kawasan Mega Kuningan.

Menurutnya, tindakan manajemen saat ini dapat menurunkan Return On Asset (ROA). Ini bisa berakibat merugikan perusahaan dan pemegang Saham. Selain itu pihaknya juga menolak PT SI dijadikan lahan percobaan saling silang penempatan direksi.

"Kami juga menolak Semen Indonesia dijadikan lahan belajar direksi dari luar perusahaan. Langkah ini banyak menimbulkan kontraproduktif, keresahan dan menurunkan kinerja Perusahaan. Semen Indonesia bukan tempat belajar untuk direksi caretaker dengan rekam jejak minim sebagai direksi,” jelasnya.

Effnu menuturkan, tidak hanya Semen Indonesia beberapa waktu lalu karyawan Semen Padang dan Semen Tonasa yang merupakan grup holding PTSI juga sudah melakukan aksi demonstrasi dan duduk-duduk karena memprotes kebijakan Direktur Utama Hendi Prio Santoso. “Kami meminta Menteri BUMN untuk mengevaluasi kinerja direksi saat ini,” tegasnya.

Dikonfirmasi hal ini, Sekretaris Perusahaan, Agung Wiharto mengaku pihaknya masih mengupayakan proses negosiasi dan mencari jalan luar bersama.

“Kami tidak anti kritik, semua persoalan yang saat ini muncul mari dicarikan jalan keluar bersama. Jangan sampai adanya dinamika ini membuat PTSI justru kalah bersaing dengan kompetitor,” kata Agung. (fir/ris)

(sb/fir/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia