Senin, 10 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Tingkatkan Bisnis Gas, Pertamina Satukan PGN-Pertagas

30 Juni 2018, 15: 30: 41 WIB | editor : Wijayanto

UNTUK MASA DEPAN: Perwakilan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement/CSPA) dengan PT Pertamina (Persero). Langkah ini sebagai lanjutan usai induk BUMN Migas resmi b

UNTUK MASA DEPAN: Perwakilan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement/CSPA) dengan PT Pertamina (Persero). Langkah ini sebagai lanjutan usai induk BUMN Migas resmi b (ISTIMEWA)

SURABAYA - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement/CSPA) dengan PT Pertamina (Persero). Penandatanganan CSPA tersebut merupakan kelanjutan dari proses integrasi PGN untuk mengakuisisi Pertagas sebagai tahap lanjutan usai induk BUMN Migas resmi berdiri pada 11 April 2018 lalu, yakni Holding BUMN Migas.

Holding BUMN Migas tersebut disahkan melalui penandatanganan Perjanjian Pengalihan Hak Atas Saham Negara Republik Indonesia pada PT Perusahaan Gas Negara Tbk dalam rangka Penyertaan Modal Republik Indonesia ke Pertamina.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan, proses integrasi yang dilakukan ialah dengan menerapkan Good Corporate Governance dan Peraturan Perundangan yang berlaku, khususnya di bidang pasar modal serta melibatkan berbagai pihak yang mendukung dan mengawal proses. Menurutnya, dengan penandatanganan CSPA ini, PGN menjadi pemilik mayoritas Pertagas sebanyak 51 persen.

“Satu demi satu tahapan proses integrasi antara PGN dan Pertagas ini kami lalui dan pada hari ini kami mencatatkan sejarah baru dengan penandatanganan CSPA. Dan sesuai dengan CSPA, transaksi akan diselesaikan dalam 90 hari ke depan,” terangnya dalam siaran pers, Jum’at (29/6).

Rachmat menjelaskan, integrasi bisnis gas tersebut dilakukan guna mendorong perekonomian dan ketahanan energi nasional, melalui pengelolaan infrastruktur gas yang terhubung dari Indonesia bagian Barat (Arun) hingga Indonesia bagian Timur (Papua). Menurutnya, dengan penandatanganan CSPA ini, proses Holding BUMN Migas ini telah selesai dan sejumlah tujuan baiknya dapat terwujud.

“Harapan kami, Holding BUMN Migas ini dapat menciptakan kedaulatan dan ketahanan energi yang pastinya membawa manfaat untuk masyarakat dan negara,” ujarnya.

Di tempat yang sama, VP Corporate Communication PT Pertamina, Adiatma Sardjito mengatakan, setelah proses integrasi ini selesai, PT Pertamina sebagai Holding BUMN Migas mengarahkan PGN selaku subholding gas mengelola bisnis gas secara terintegrasi di Indonesia. Menurutnya, pertagas akan diintegrasikan sebagai anak usaha PGN dalam kerangka Holding Migas sebagaimana ditetapkan dalam PP 06 Tahun 2018, yang kemudian meningkatkan peran holding migas dalam memperkuat infrastruktur migas di Indonesia serta menghemat biaya investasi dengan tidak terjadinya lagi duplikasi pembangunan infrastruktur antara PGN dan Pertagas.

“Melalui integrasi ini, Holding BUMN Migas pun diharapkan menghasilkan sejumlah manfaat seperti menciptakan efisiensi dalam rantai bisnis gas bumi sehingga tercipta harga gas yang lebih terjangkau kepada konsumen, meningkatkan, kapasitas dan volume pengelolaan gas bumi nasional dan meningkatkan kinerja keuangan Holding BUMN Migas,” tuturnya. (cin/rud)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia