Senin, 10 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Sportainment Sidoarjo

Brylian Aldama, Arek Sidoarjo Perkuat Pemain Timnas U-16

25 Juni 2018, 05: 02: 18 WIB | editor : Lambertus Hurek

Brylian sebelum latihan di Stadion Jenggolo Sidoarjo.

Brylian sebelum latihan di Stadion Jenggolo Sidoarjo. (Khaesar/Radar Sidoarjo)

Sejak masih sekolah dasar (SD) Brylian Aldama gemar bermain sepak bola. Dia pun terus berlatih untuk menjadi pemain sepak bola profesional. Kini, Brylian dipanggil untuk membela tim nasional Indonesia U-16.

Tidak mudah masuk dalam skuad tim nasional (timnas) sepak bola. Dari ribuan pemain muda di seluruh Indonesia hanya 27 orang yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan. Karena itu, Brylian mengaku beberapa hari tidak bisa tidur lantaran tidak menyangka dirinya bisa dipanggil timnas. 

Peluang emas nan langka ini tidak akan disia-siakan remaja asal Kota Delta ini. "Saya pasti berusaha keras untuk membawa timnas menjadi juara Piala AFF U-16," katanya kemarin.

Meskipun sudah membela timnas dan menjadi pemain bola andalan, Brylian tetap memegang teguh pendidikan. Sekolahnya tidak akan ditinggalkan. "Kebetulan pihak sekolah memberikan keringanan dan izin saya membela timnas. Ini membuat saya bisa fokus untuk membela timnas," ujar siswa kelas 2 SMA Negeri 4 Sidoarjo ini.

Pesepak bola asal klub Gelora Putra Delta (GPD) ini mengaku tidak ada kesulitan untuk membagi waktu antara latihan sepak bola dan sekolah. "Selama ini tidak terlalu mengganggu jadwal sekolah. Saya latihan sore," ucapnya.

Brylian bertekad membawa Indonesia menjadi juara Piala AFF 2018. Pria yang mengidolakan Christiano Ronaldo ini selalu berlatih serius bersama teman-temannya di Sidoarjo. Termasuk menjaga pola makan. "Saya sudah mulai terbiasa. Saya juga senang karena banyak teman dari seluruh Indonesia di timnas," katanya. 

Tahun lalu, Brylian sempat ditunjuk sebagai kapten Timnas Indonesia U-16 untuk gelaran Piala AFF U-15 yang berlangsung di Thailand, 9-22 Juli 2017. Dia mengaku sulit mengatur rekan-rekannya, baik di dalam maupun luar lapangan.

Pemain yang menggunakan nomor punggung 8 di Timnas Indonesia U-16 itu dipilih menjadi kapten oleh sang pelatih, Fakhry Husaini. Brylian dianggap sebagai pemain yang paling banyak memberikan kontribusi untuk tim.

Sebagai remaja yang baru berusia belasan tahun, menjadi seorang pemimpin bukanlah perkara mudah. Brylian mengungkapkan bahwa rekan-rekan setim sulit diberikan arahan.

"Ada pemain yang tidak mau mendengar. Saat Ramadan, saya mengingatkan untuk tarawih. Namun ada yang malah main," katanya. "Pasti ada saja yang tidak nurut, tapi itu sudah jadi tanggung jawab kapten. Saya tidak mau bilang siapa orangnya, takut tersinggung. Tapi saya selalu mengingatkannya dengan cara yang halus," ucap Brylian.

Dia juga mengingatkan teman-temannya agar tidak terbebani dengan target. "Saya minta teman-teman bermain lepas, jangan dibawa beban, semua berjalan seperti latihan saja. Intinya kami harus bekerja keras sungguh-sungguh," katanya. (rek)

(sb/sar/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia