Selasa, 26 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo
Anggap Semua Anggota sebagai Saudara

Yuk Riska, Ketua Paguyuban Guk dan Yuk Sidoarjo (2018-2020)

10 Juni 2018, 20: 50: 50 WIB | editor : Lambertus Hurek

Yuk Riska mengangkat potensi candi di Sidoarjo.

Yuk Riska mengangkat potensi candi di Sidoarjo. (DOK)

Riska Dian Nur Faizah, 22, baru saja terpilih menjadi ketua Paguyuban Guk dan Yuk Sidoarjo (PGYS) periode 2018-2020. Lulusan Universitas Airlangga itu ingin agar para duta wisata mampu mengangkat berbagai potensi wisata di Kota Delta.

GADIS manis kelahiran Sidoarjo, 24 November 1995, ini menggantikan Guk Rico Rico Andrian Hartono yang habis masa tugasnya. Sejak dulu tidak banyak Yuk Sidoarjo yang menjadi ketua paguyuban. Biasanya para finalis duta wisata dan alumninya memilih guk yang punya pengalaman berorganisasi. Tapi kali ini Yuk Riska, sapaan akrab Riska yang ketiban sampur.

Yuk Riska sendiri mengaku sudah tak asing lagi bergiat di organisasi. Sejak duduk di bangku SMAN 1 Gedangan, dia aktif di OSIS. Saat kuliah di D-3 Bahasa Inggris, Universitas Airlangga Surabaya, Riska menjadi pengurus aktif UKM Bulutangkis Unair, dan BEM Fakultas Vokasi Unair. Kemudian aktif di Paguyuban Guk dan Yuk Sidoarjo (PGYS) sejak 2016 sampai sekarang. 

Yuk Riska dan Guk Rico.

Yuk Riska dan Guk Rico. (DOK)

"Saya bukan bos (PGYS). Mungkin lebih seperti kepala yang butuh badan untuk bekerja bersama-sama," ujarnya. 

Para duta wisata ini memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Ada yang masih duduk di bangku SMA, mahasiswa, hingga karyawan. Ini menjadi tantangan bagi Yuk Riska untuk menjaga keharmonisan di antara mereka. "Di dalam paguyuban, kami tidak pernah membedakan satu sama lain. Kita sama, teman, saudara, teman seorganisasi, keluarga. Jadi, anggap semuanya sama tanpa ada perbedaan. Kalaupun ada yang melakukan kesalahan, kita ingatkan layaknya saudara. Nah, ketika kita sudah menganggap satu organisasi adalah bagian dari keluarga, setiap masalah yang dihadapi pasti bisa diselesaikan secara baik-baik," tegasnya.

Beratkah memimpin organisasi duta wisata? "Berat nggak beratnya tergantung bagaimana cara menyikapinya. Selama dua bulan ini saya jalani, insya Allah, saya enjoy. Teman-teman selalu menjadi penguat saya. Resepnya sih simpel. Anggap semua anggota yang jalan bersama saya sebagai keluarga. Dari situ akan muncul rasa saling memiliki satu sama lain. Kalau sudah merasa saling memiliki pasti berat untuk tidak bersama-sama. Poinnya adalah menciptakan rasa nyaman dan saling memiliki satu sama lain," ujarnya.

Apa program terdekat Anda bersama PGYS? 

"Program terdekat kami adalah Pemilihan Duta Wisata Guk dan Yuk Sidoarjo 2018. Ada rangkaian kegiatan seperti Guk Yuk Goes to School, Meet and Greet Guk Yuk Sidoarjo, dan puncaknya adalah seleksi Pemilihan Guk dan Yuk Sidoarjo 2018," ujarnya.

Bagaimana perhatian pemkab, khususnya dinas terkait, terhadap PGYS? 

"Ada fasilitas dan dana yang diberikan pemkab. Tapi hanya beberapa kegiatan saja, tidak menyeluruh. Tapi, kembali lagi, yang kami butuhkan bukan melulu soal dana, namun fasilitas lainnya seperti perizinan, sarana dan prasarana. Itu sudah disediakan oleh dinas untuk kami," katanya. (sar/rek)

(sb/sar/rek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia