Rabu, 20 Feb 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya
Berbagai Gangguan Jantung Pada Lansia (1)

Gangguan Jantung Bisa Terdeteksi dan Bisa Tidak

10 Juni 2018, 16: 45: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Ilustras Gangguan Jantung pada Lansia

Ilustras Gangguan Jantung pada Lansia (net)

Lansia adalah orang yang berada pada usia 65 tahun ke atas. Pada lansia, ada beberapa proses penuaan yang salah satunya juga berimbas pada kinerja jantung. Di Amerika Serikat, 22,7 persen  pasien usia di atas 65 tahun yang pulang dari rumah sakit, ternyata terdeteksi memiliki penyakit jantung. Di seluruh dunia, penyakit kardiovaskular (jantung) merupakan penyebab kematian terbesar pada populasi usia 65 tahun ke atas.

Ismaul Choriyah -Wartaan Radar Surabaya

Pertanyaannya, kenapa lansia lebih rentan dengan penyakit ini? Jawabannya adalah karena pada lansia terdapat perubahan- perubahan anatomi organ dan fungsi jantung. Perubahan anatomi ini meliputi elastisitas otot jantung yang menurun. Juga  penebalan otot jantung, jantung dan pembuluh darah menjadi kaku hingga lemak yang mudah mengendap. “Pada lansia, otot dan fungsi jantung itu menurun. Cadangan jantung untuk kompensasi terhadap stres itu menurun. Jadi, ada kelainan fungsi yang menurun dan kelainan anatomi yang menurun. itulah yang  menyebabkan lansia rentan terhadap penyakit jantung ini,” ujar dr. Hendry Kawilarang, Sp.JP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan Surabaya, belum lama ini. 

dr. Hendry Kawilarang, Sp.JP, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan Surabaya

dr. Hendry Kawilarang, Sp.JP, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan Surabaya (dok)

Daya tahan tubuh pada lansia, lanjut Hendry, juga mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Itulah mengapa mereka rentan sekali terkena penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung dan sebagainya. Risiko pembengkakan jantung pada lansia, juga tinggi. Terlebih pada mereka yang memiliki komplikasi. “Mereka kan sering terkena penyakit campur-campur. Yang paling sering ya diabetes, infeksi kronis, batuk kronis yang itu semua juga akan memperberat jantungnya. Sehingga mau tidak mau kondisi jantung juga menjadi lebih rentan,” urainya.

Lebih jauh Hendry menjelaskan, gejala dan tanda penyakit jantung pada lansia kadang bisa terdeteksi, kadang juga bisa tidak. Hal ini pada gejala satu dan yang lain memiliki kelainan tersendiri. Namun, yang sering terjadi adalah rasa lekas lelah (fatigue) yang hebat serta sesak nafas. Keluhan insomnia, mual atau nyeri perut akibat bendungan hepar dan juga hipotensi (darah rendah) sepintas saat berdiri maupun berjalan. 

Sementara faktor risiko kardiovaskuler utama pada lansia bisa disebabkan berbagai hal. Di antaranya adalah hipertensi (darah tinggi), merokok, dislipidemia (kelebihan lemak tubuh), diabetes millitus, dan kurang olah raga. (*/opi/bersambung) 

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia