Rabu, 19 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Mucikari Cantik Ini Sewa Apartemen Buat Ngesex, Jual Teman Sekampung

06 Juni 2018, 06: 05: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Bisnis Lendir :  Kusmi Lacatun diapit petugas kepolisian, sejak awal berniat membuka pratek prostitusi.

Bisnis Lendir : Kusmi Lacatun diapit petugas kepolisian, sejak awal berniat membuka pratek prostitusi. (ISTIMEWA)

Surabaya – Niatannya untuk mengadu nasib ke Surabaya berakhir dipenjara. Kusmi Lacatun,28, yang menyewa sebuah apartemen di Surabaya untuk praktek prostitusi. Setelah tiga bulan berjalan praktek ini pun diendus pihak kepolisian.   

Wanita asal Banjarsari Kidul, Sokaraja, Banyumas ini berperan sebagai mucikari. Dia mempekerjakan teman sekampungnyaya APL,24. Kasus ini terungkap setelah setelah polisi melakukan penggerebekan di kamar nomor 2521 apartemen tersebut.“Kusmi memang tak ikut melayani tamu saat itu, dia hanya menunggu korban saja,” ungkap Kassubag Humas Polrestabes Surabaya, AKP Cynthia Dewi Ariesta, Selasa (5/6). 

Kasus ini terungkap bermula dari broadcast di aplikasi Wechat dan Whatsapp. Dengan menggunakan salah satu nomor, tersangka mengirimkan fotonya dan juga korban dengan keterangan open BO. Selain berbicara tarif, dalam percakapan itu pelanggan bisa memilih layanan, seks biasa atau threesome. Karena layanan langsung di kamar apartemen, tersangka tak perlu uang tambahan untuk biaya tempat. Sehingga layanan seks yang diberikan oleh tersangka dan menjual korban cukup murah, yakni Rp 700 ribu per jam. Kemudian untuk layanan threesome, tarifnya bisa dua kali lipat.  “Pembagian hasilnya Rp 400 ribu korban. Sedangkan Rp 300 ribu diambil tersangka dengan alasan untuk sewa apartemen dan biaya hidup korban,” papar mantan Kasat Lantas Polers Kediri ini. 

Polisi berhasil mengamankan, 29 kondom, uang Rp 500 ribu dan dua unit HP. Kepada polisi, Kusmi mengaku sudah tiga bulan datang ke Surabaya dan tinggal di apartemen. Selama itu pula dia sudah melayani puluhan pria hidung belang. Sehingga tak heran, jika selama itu dia sudah mendapatkan uang Rp 25 juta. “Saya kasih korban Rp 6 juta, sedangkan sisanya saya gunakan untuk tambahan membayar sewa apartemen,” terangnya. (yua/rtn) 

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia