Senin, 24 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Imbas Teror Bom, WNA Enggan Tinggal di Surabaya, Tak Perpanjang Kitas

Sabtu, 02 Jun 2018 03:00 | editor : Abdul Rozack

Kasubsi Penentuan Status Keimigrasian (Pentuskim) Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak, Ryank Yang Satiawan.

Kasubsi Penentuan Status Keimigrasian (Pentuskim) Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak, Ryank Yang Satiawan. (ISTIMEWA)

Surabaya - Teror bom membuat warga asing enggan tinggal di Surabaya. Ini dibuktikan dengan menurunya pengurusan izin kunjungan atau izin Kitas (keterangan izin tinggal terbatas) warga negara asing (WNA) ke Surabaya. Untuk sementara waktu, mereka lebih memilih pulang ke negara asal sampai menunggu Surabaya kembali aman.  Penurunan pengurusan izin WNA tersebut disampaikan Kasubsi Penentuan Status Keimigrasian (Pentuskim) Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak, Ryank Yang Satiawan. 

“Pengurusan izin tinggal WNA pasca kejadian memang berkurang. Tetapi kami mencoba meyakinkan, bahwa situasi di Surabaya sudah kembali normal dan aman,” ungkap Ryank, Jumat (1/6).

 Paska bom tersebut hampir tak ada WNA yang memperpanjang izin. Hal itu berjalan hingga beberapa hari. Padahal sebelumnya pihak imigrasi bisa melayani puluhan WNA  yang ingin tinggal sementara di Surabaya. 

 “Hanya  untuk saat ini, sudah ada beberapa WNA sudah mulai terlihat, meski jumlahnya belum banyak seperti pada kondisi normal,” terangnya.  

  Menurutnya, sudah ada 15 sampai 20 izin tinggal WNA yang diproses oleh imigrasi. Bahkan, pihaknya menjamin percepatan perizinan tanpa menunggu lama. “Prosesnya mudah, dua hari kerja. Hari ini masuk langsung kita entry, foto, lalu bayar hari kedua selesai.” Katanya.

 Jadi tidak ada yang sulit, untuk Kitas semua pengurusan dengan online sampai pada Kitas nya dikirim ke email pemohon sehingga bisa dicetak secara mandiri. “Dari sana akan ketahuan izin tinggal sampai kapan, bisa diketahui,” terangnya. (yua/rtn)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia