Kamis, 18 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Cokok Mucikari di Lokalisasi Krengseng

Jumat, 01 Jun 2018 21:20 | editor : Lambertus Hurek

Luluk (dua dari kiri) bersama anak buahnya diamankan di Polsek Krian.

Luluk (dua dari kiri) bersama anak buahnya diamankan di Polsek Krian. (IST)

Selama bulan puasa masih terjadi praktik prostitusi di Dusun Krengseng, Kelurahan Tambak Kemerakan, Kecamatan Krian. Jajaran Forpimka Krian pun turun ke lapangan untuk menghentikan praktik maksiat di bulan suci ini. Polisi pun berhasil menangkap Luluk Sri Wahyuni, warga Dusun Mulyodadi, RT 11 RW 3, Kelurahan Tambak Kemerakan, Krian.

Wanita 48 tahun itu diduga menjadi mucikari di lokalisasi yang sempat dibongkar beberapa tahun lalu itu. Dari tersangka, polisi menyita uang Rp 30 ribu, hasil transaksi malam itu.

Kapolsek Krian Kompol Saibani mengatakan, pihaknya juga mengamankan tiga orang lain sebagai saksi. Tiga wanita ini diduga dipekerjakan tersangka sebagai pekerja seks komersial (PSK). "Tersangka tidak ditahan, namun proses hukumnya tetap berlanjut," tuturnya.

Penangkapan germo tersebut bermula ketika polisi mendapat laporan dugaan prostitusi di eks lokalisasi Krengseng. Polisi langsung ke lokasi dan menemukan empat wanita di warung. Awalnya mereka tidak mengakui melakukan kegiatan prostitusi. "Namun, setelah diperiksa, mereka akhirnya mengaku (sebagai PSK). Kami juga sita uang tarnsaksi malam itu," katanya.

Saibani menegaskan, pihaknya terus memerangi penyakit masyarakat (pekat) di Kecamatan Krian. Tidak hanya di wilayah Krengseng, tapi juga di tempat-tempat lain yang diduga dijadikan tempat prostitusi terselubung. Salah satunya dengan rutin melakukan patroli serta razia gabungan di kawasan Stasiun Krian. "Kami tindak tegas para mucikari agar praktik prostitusi bisa dihentikan di Krian," tegasnya. (gun/rek)

(sb/gun/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia