Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Persona Surabaya
Airlangga Pribadi, Pengamat Politik UNAIR

Pengamat Politik Ini, Ternyata Mantan Vokalis Band

Kamis, 17 May 2018 19:36 | editor : Abdul Rozack

RAJIN DISKUSI: Airlangga Pribadi (dua dari kiri) dalam sebuah diskusi yang digelar The Initiative Institute.

RAJIN DISKUSI: Airlangga Pribadi (dua dari kiri) dalam sebuah diskusi yang digelar The Initiative Institute. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Dunia politik bukan menjadi hobi pertama Airlangga Pribadi. Seperti layaknya anak muda di eranya, musik sempat menjadi bagian dari hidupnya. Bahkan, Airlangga sempat menjadi vokalis band.

“Selain di politik, hobi saya nyanyi. Dulu waktu saya kuliah, sempat juga dekat sama Fadli (vokalis band Padi, Red),” ujar Angga, panggilan akrab Airlangga, Kamis (10/5).

Diakui Direktur The Initiative Institute tersebut, tergabungnya ia di band tidaklah serius. Hanya bagian dari pergaulan. Pertemanan yang lekat dengan bermain musik ketika itu membuatnya turut terjun di dunia musik. “Tahun 1990-an saya sempat menggeluti dunia band. Genre yang saya sukai saat itu adalah rock,” jelas penggemar Metalica tersebut.

Memasuki kuliah, ayah dua anak itu mulai tertarik pada jurnalistik yang membuatnya kemudian masuk di pers mahasiswa. Namun, dunia musik tidak lantas ditinggalkannya. 

Angga menuturkan hingga kuliah dirinya masih menjadi vokalis band. Meski tidak sesering dahulu sewaktu duduk di sekolah menengah atas (SMA).

Hingga akhirnya vokalis band benar-benar ditinggalkannya, setelah pria kelahiran Jombang itu semakin  intens menulis. Dia pun rajin menulis opini untuk dikirimkan ke media massa. “Kemudian ditambah saya lebih sering banyak aktif di dunia politik. Akhirnya inilah yang saya jalani hingga sekarang,” ungkapnya.

Suami Aprilia Yahya itu tak menampik, sekarang menulis opini dan esai tentang politik menjadi hobi yang mengantarkannya seperti saat ini. Bahkan tidak hanya sekadar hobi, melainkan sudah sebagai gaya hidupnya. Dari menulis, dirinya bisa terus update dan berinteraksi dengan banyak orang. Perbincangan konstruktif terus dibangun dengan berbagai kalangan. Wawasan tentang segala hal terbuka lebar.

“Selain dua itu, hobi saya juga olahraga. Tapi untuk yang satu ini hanya suka-suka. Saya menyempatkan bermain bulu tangkis dan basket,” tandas pria yang juga gemar nonton film tersebut. (bae/opi)

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia