Kamis, 18 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi

BPR dan Koperasi Didorong Siap Bersaing dengan Fintech

Rabu, 16 May 2018 10:05 | editor : Abdul Rozack

BPR dan Koperasi Didorong Siap Bersaing dengan Fintech

BPR dan Koperasi Didorong Siap Bersaing dengan Fintech (ilustrasi)

SURABAYA - Menghadapi perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, BPR, dan koperasi didorong terus melakukan inovasi. Sebab, saat ini lembaga pembiayaan yang berbasis aplikasi (financial technologi/fintech) semakin berkembang dan menggerogoti market BPR dan Koperasi. 

Menurut Maxmillian Wienardi, CEO BeliBisnis.Group, perkembangan fintech cukup pesat. Hal ini sesuai dengan era digital. Namun begitu, BPR dan koperasi bisa menjalin kolaborasi dengan perusahaan dengan konsep sharing economy seperti yang dipakai GoJek dan Grab. .  

Konsep ini menurutnya tidak hanya menjadikan BPR dan koperasi akan mampu bersaing dengan perusahaan fintech, namun juga akan mampu mendongkrak kinerjanya sehingga profitnya akan naik signifikan hingga 120 persen. Bukan hanya itu, perusahaan BPR dan UKM bahkan bisa melakukan go private atau go public setelah valuasinya kuat dan meningkat tajam. 

“Kami menawarkan inovasi dan revolusi bisnis pada BPR dan Koperasi untuk berkolaborasi. Kami membantu BPR, koperasi dan UKM menyiapkan system pendanaan cukup besar Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun,” kata Maxmillian Wienardi di Surabaya, Selasa (15/5). 

Dia yakin konsep yang dikembangkan ini akan mendapat respond bagus. Hal ini terlihat saat ini sudah ada 6 BPR dan 8 Koperasi yang menjalin kerjasama dengan BeliBisnis Group untuk mengembangkan bsinsinya. 

“Kami berharap semakin banyak BPR dan Koperasi yang bisa berkolaborasi. Kami yakin jika kerjasama berjalan dengan baik, maka BPR dan koperasi akan mampu bersaing dengan perusahaan fintech yang semakin berkembang,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga menawarkan kerjasama dengan perusahaan UKM dengan meyediakan dana pinjaman dalam jumlah besar. Lewat program trading invouice, BeliBisnis Group menyediakan akses dana murah tanpa agunan. Konsepnya pengalihan hak tagih bila perusahaan UKM menjadi supplier pada client. 

“Konsepnya cukup menguntungkan sebab cashflow lebih lancar dan bagus. Kami juga memberikan pendampingan manajemen, keuangan, produksi dan SDM sehingga valuasinya meningkat dan perusahaan mampu menuju world class enterprise sebelum go private atau go public,” tandas Maxmillian Wienardi meyakinkan. (fix/hen) 

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia