Kamis, 13 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Penderita Cacar Air Tak Boleh Mandi Hanya Mitos

07 Mei 2018, 08: 23: 02 WIB | editor : Abdul Rozack

Penderita Cacar Air Tak Boleh Mandi Hanya Mitos

Penderita Cacar Air Tak Boleh Mandi Hanya Mitos (grafis: Fajar)

SURABAYA- Ada mitos yang berkembang di masyarakat yang mengatakan penderita cacar air atau varisela jangan terlalu sering mandi. Bahkan sebagian dari mereka melarang orang yang menderita cacar air untuk mandi sebelum cacar airnya sembuh atau kemps. Menurut mereka hal itu dikhawatirkan membuat cacar air ini bisa menyebar. 

Namun, ternyata hal tersebut hanya mitos dan salah kaprah. 

Pendapat ini disampaikan oleh Dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Liana Verawaty, M. Biomed, Sp.KK,. Menurutnya, penderita cacar air malah disarankan untuk mandi, setidaknya sehari dua kali. Hal ini dilakukan untuk menghindari keringat berlebih di badan yang malah memicu rasa gatal di tubuh. 

“Malah sebenarnya harus mandi. Kalau tidak mandi, keringat yang keluar bisa memicu rasa gatal,” terangnya kepada Radar Surabaya. 

Pada penderita cacar air, tubuh akan dipenuhi oleh bintil-bintil berisi cairan (lenting) dan terasa gatal. Bintil-bintil ini bisa meletus dengan sendirinya jika sudah matang dan mengering. Yang sering terjadi, karena tidak tahan gatal, penderita kerap menggaruk bagian tubuh yang terkena cacar air yang sebenarnya malah berpotensi menimbulkan infeksi lanjutan.

“Sering kan karena gatal jadi digaruk-garuk terus. Nah jika lenting ini digaruk, ada kemungkinan pasien malah terinfeksi bakteri dari kuku yang kotor. Akibatnya nanti malah muncul penyakit lain.” imbuhnya. 

Dengan semakin seringnya digaruk, lenting yang belum matang sempurna ini bisa juga meninggalkan bekas luka membandel dan tak mau segera hilang seperti koreng. Itulah mengapa, mandi secara rutin sangat disarankan bagi penderita cacar air. 

“Jangan mandi dengan air hangat juga. Air hangat bisa membuat kulit kering yang akibatnya malah membuat kulit semakin gatal,” pungkas dokter dari Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan Surabaya ini. 

Selain itu, setelah mandi untuk mengeringkan sisa air, handuk tidak boleh digosokkan, melainkan cukup dilap pelan, usahakan pula menggunakan handuk yang lembut. Karena jika memakai handuk dengan cara digosok, apalagi kain handuk agak kasar dikhawatirkan membuat lenting pecah dan menimbulkan infeksi.

 (is/nur)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia