Kamis, 13 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Jalan Kabur Diportal, Dua Jambret ABG KO

05 Mei 2018, 13: 32: 23 WIB | editor : Wijayanto

BERTATO: Erik Extrada dan RA diamankan di Mapolsek Sawahan.

BERTATO: Erik Extrada dan RA diamankan di Mapolsek Sawahan. (ISTIMEWA)

Surabaya - Meski masih muda, namun aksi perampasan yang dilakukan oleh dua ABG ini sudah layaknya profesional. Sebab sebelum beraksi, dua pemuda yang diketahui bernama Erik Extrada,18, dan RA,17, ini menyiapkan rute untuk kabur. Namun, kedua pemuda yang masing-masing-masing tinggal di Jalan Banyu Urip 2 dan Jalan Simo Gunung Kramat, Surabaya ini apes. Sebab ada salah satu rute pelarian mereka yang diportal warga.
Mengetahui rutenya di portal, keduanya pun panik. Sebab mereka tak menyiapkan rute lainnya. Akhirnya tanpa banyak perlawanan, mereka pun diringkus korban yang dibantu oleh warga sekitar yang sebelum ikut mengejar mereka. Namun karena usia mereka masih remaja, Erik dan RA lolos dari amukan massa.
Kanit Reskrim Polsek Sawahan, AKP Haryoko mengatakan kasus perampasan yang dilakukan kedua pemuda itu terjadi pada Rabu (2/5). Saat itu kedua tersangka berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Beat Nopol L 6907 VR. Mereka berkeliling mencari sasaran. Targetnya adalah pengendara sepeda motor yang mengenakan tas selempang.
“Kemudian saat mereka melintas di Jalan Widodaren, kedua tersangka ini menngetahui seorang wanita yang dibonceng oleh seorang pria. Kebetulan, dia mengenakan tas selempang,” ungkap AKP Haryoko, Jumat (4/5).
Melihat target, keduanya lantas membuntuti korban. Kemudian saat ada kesempatan, mereka mulai menjalankan peran masing-masing. RA sebagai joki siap memepet motor korban sedang Erik fokus untuk menarik tas. Setelah semuanya siap, perampasan dilakukan. Erik menarik tas milik korban. “Namun tali tas milik korban cukup kuat. Sehingga saat ditarik, tas tersebut tak putus hanya saja penutup tas robek,” imbuhnya.
Melihat aksi Erik tak membuahkan hasil, RA pun langsung tancap gas.  Namun mereka dikejar oleh korban dan dibantu oleh pengendara lain. Kemudian RA pun menuju ke rute pelarian untuk kabur dari kejaran warga. Namun saat hendak melintas di Jalan Kedungdoro Gang 11, keduanya gagal. “Sebab jalan tersebut diportal oleh warga. Mereka pun tak bisa kabur,” tandas Haryoko.
Erik mengaku sudah merencanakan aksinya sejak lama. Bahkan bersama RA sudah menyiapkan rute untuk kabur. Namun dalam seminggu hunting, mereka baru mendapatkan waktu dan sasaran yang tepat.
“Kami baru beraksi sekali ini, itupun gagal,” ungkap Erik saat diperiksa penyidik. Dia mengatakan nekat melakukan aksinya lantaran butuh uang untuk bersenang-senang. (yua/no)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia