Kamis, 13 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Gresik

Inovasi Kopi Kulit Manggis

Memiliki Berbagai Khasiat Untuk Kesehatan

03 Mei 2018, 09: 16: 24 WIB | editor : Aries Wahyudianto

BERBEDA: Handayani saat mengayak kulit manggis yang sudah melalui proses sangrai di kediamannnya Kebomas.

BERBEDA: Handayani saat mengayak kulit manggis yang sudah melalui proses sangrai di kediamannnya Kebomas. (ESTI /RADAR GRESIK)

Bagi pecinta kopi bisa mencoba inovasi baru kopi dari kulit manggis. Rasanya sama, tapi memiliki khasiat untuk kesehatan.

KOPI dari kulit manggis ini merupakan inovasi dari Hariadi dan Handayani, pasangan suami istri yang tinggal di Kelurahan Kebomas, Kecamatan Kebomas. Awalnya, kopi yang memiliki banyak khasiat ini hanya dikonsumsi sendiri. Namun, karena banyaknya pesanan akhirnya kopi ini mulai diproduksi masal sejak 2013 lalu.

"Awalnya hanya dikonsumsi sendiri karena saya memiliki riwayat penyakit kadar gula tinggi. Namun ketika diseduhu warnanya hitam pekat seperti kopi, minuman ini jadi dikenal kopi manggis. Jadi tidak mengandung Cafein," ujar Hariadi.

Ia meyakini, khasiat dari ektrak kulit manggis ini bisa digunakan untuk obat herbal wasir, kolesterol, asam urat hingga darah tinggi. “Sudah banyak minuman yang berasal dari kulit manggis, jadi tidak perlu diragukan lagi,” kata dia.

Menurut dia, kopi dari kulit manggis ini memiliki aroma dan rasa yang mirip dengan kopi pada umumnya.   “Wujud dan aromanya seperti kopi, tapi tidak ada campuran kopi sama sekali di dalamnya,” terangnya.

Dalam sehari, dirinya bisa membuatkan kopi kulit manggis ini rata-rata 15 hingga 20 cangkir. Meski harganya lebih mahal, yakni Rp 5 ribu setiap cangkir kecil, namun pelanggan tetapnya masih banyak yang setia menikmatinya secara langsung. Bahkan, ada beberapa pelanggan dari luar kota seperti Kediri, Kudus, Bekasi hingga Jakarta. “Kalau untuk menyeduh, sepereti kobpi biasanya hanya menggunakna sedikit gula untuk pemanisnya,” papar dia.

Prosesnya cukup membutuhkan waktu, mulanya Hariadi dan istri harus memotong kecil-kecil kulit manggis. Sementara kulit manggis ini diolah, buah manggisnya sendiri ia gunakan untuk minuman lainj, yakni es setup manggis. Setelah memilah dan memotong  kulit kemudina kulit dikeringkan selama 3 hingga 5 hari. “Kalau musim berubah-ubah seperti saat ini bisa sampai 5 hari,” sebut dia.

Setelah kulit manggis dirasa kering, maka proses terakhirpun di sangria. Membutuhkan waktu selama 20 menit untuk setengha kilogram kulit manggis. Selanjutnya harus digiling agar halus seperti bubuk kopi. Kulit manggis yang usai disangrai ini, bentuknya kaku dank eras seperti pecahan genting,sehingga tak banyak yang mau menggiling kulit manggis ini untuk dijadikan bubuk halus. “Tapi  kita sudah ada langganan untuk menggiling,” tegasnya.

Kopi miliknya ini, bisa dijula dengan harga Rp. 100 ribu setiap 1 ons kopi racikannya. Dari 20 kilogram buah manggis, Hariadi bisa menyulapnya menjadi 1,5 kilogram bubuk kopi siap konsumsi. Seperti yang dirasakan Antonis, 30 salah satu penikmat kopi kulit manggis asal Kelurahan Bungah mengaku dirinya kerap kali meminum sajian kopi ini. "Sudah dua kali minum dan rasanya berbeda, bagus untuk pengganti kopi yang mengandung caffeine,” imbuh dia. (*/rof)

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia