Kamis, 16 Aug 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Tuntut Kejari Tangkap Koruptor P2SEM Mashuriyanto

Kamis, 03 May 2018 09:07 | editor : Aries Wahyudianto

Kasi Intel Marjuki pegang mega phone dan Kasi pidsus Andrie dwi subianto temui Puluhan pemuda aksi demo di depan kantor Kejari Gresik.

Kasi Intel Marjuki pegang mega phone dan Kasi pidsus Andrie dwi subianto temui Puluhan pemuda aksi demo di depan kantor Kejari Gresik. (Yudhi/Radar Gresik)

KEBOMAS - Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Kaum Muda Jatim meluruk Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, kemarin. Mereka menuntut Kejari menangkaperpidana kasus korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) Mashuriyanto.

Mereka menganggap Kejari Gresik melakukan pembiaran. Sebab, sejak 2014 lalu terpidana belum juga dieksekui. Hingga sekarang keberadaannya juga belum diketahui. Padahal sudah divonis 4 tahun di tingkat kasasi.

“Kami meminta supaya Kejaksaan Gresik bertindak. Menangkap terpidana. Sudah 5 tahun ini dia belum ditangkap,” ujar Koordinator aksi Muhammad Mubarok, kemarin.

Menanggapi hal itu, Kasi Intel Kejari Gresik Marjuki menyampaikan dirinya minim informasi. Tempat tinggal terpidana Mashuriyanto tidak ada yang tahu. Meski demikian, pihaknya komitmen akan menyelesaikan perkara tersebut.

“Sampai kapanpun perkara ini akan tetap menjadi tunggakan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik,” kata Marjuki.

Marjuki menyebutkan, perkara tersebut terjadi sejak tahun 2012. Kasasi baru turun tahun 2014. Mashuriyanto divonis 4 tahun, denda Rp 200 juta. Dia terbukti melanggar pasal 2 Undang-undang Tipikor.

“Saat itulah terpidana kabur. Statusnya mesuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Tempat tinggalnya diwilayah Surabaya juga sudah lama dijual,” ujar Marjuki.

Dia menjelaskan, perkara ini cukup lama. Yang menangani dulu juga sudah pindah tugas. Oleh karena itu, pihaknya berharap jika ada info tentang keberadaan terpidana segera dikabarkan. “Supaya segera kami tangkap,” katanya.

Sekadar diketahui,  Mashuriyanto terjerat kasus korupsi P2SEM senilai Rp 152 juta melalui Lembaga Cahaya Insani dan LSM Suket. Dia bersama terpidana lain Nur Laily yang dieksekusi lebih awal.(yud/rof)

(sb/yud/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia