Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Persona Gresik
Sosok Kartini Kekinian, Ir Hj Siti Muafiyah

Awali Jadi Pengusaha dan Aktivis, Kini Politisi Handal

Sabtu, 21 Apr 2018 10:50 | editor : Aries Wahyudianto

Ir Hj Siti Muafiyah

Ir Hj Siti Muafiyah (Hany/Radar Gresik)

Siti Muafiyah adalah sosok yang berhasil merepresentasikan kartini zaman now. Beliau tidak hanya jadi pucuk pimpinan di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Gresik. Akan tetapi, Siti Muafiyah juga sukses menjadi pengusaha serta aktivis wanita di kota pudak itu. Wartawan Radar Gresik, Hany Akasah berkesempatan wawancara dengan istri politisi Ir. Bambang Suhartono, MAP itu.

----------

Bagaimana awal mula Ibu bisa menjadi pengusaha sukses di Gresik?

Siti Muafiyah dab keluarganya sedang menikmati moment bersama di sela-sela kesibukannya

KOMPAK : Siti Muafiyah dan keluarganya sedang menikmati moment bersama di sela-sela kesibukannya (Dok/Radar Gresik)

 

Sejak umur 10 tahun, saya sudah terbiasa ikut membantu ayah jualan perhiasan. Kebetulan, asal saya Giri, Gresik. Waktu itu, sudah terbiasa tambang emas dan dijual lagi. Bakat bisnis terus berlanjut hingga sekarang. Alhamdulillah, toko emas masih ada Pasar Gresik. Karena punya usaha emas, saya yang juga aktif  dalam dunia politik kenal dengan istri pejabat dan anggota DPR. Untuk anggota dan istri DPRD sering beli emas ke saya, kemudian saya desainkan dan jual. Guru-guru SD dan TK juga sering ambil ke saya. Perhiasan model lama diganti ke model baru. Ibaratnya, bisnis sudah mendarah daging. Saya mencoba peruntungan bidang lainnya. Kok cocok saya mulai bergelut dalam dunia fashion batik. Mulanya, saya yang juga aktif di LSM Sarinah hanya melakukan pembinaan pelatihan batik di desa-desa. Saya lihat bisnis ini sangat potensial. Kebutuhan banyak, namun stok produk batik masih sedikit. Baik itu batik pegawai maupun sekolah. Alhamdulillah, saya tekuni dan berhasil memiliki beberapa stand.

Sukses menjadi pengusaha, ibu juga terkenal menjadi aktivis di Gresik. Bagaimana kisahnya?

 

 

Kebetulan suami (Bambang Suhartono, Red) aktifis sejak muda. Pernah di PNI (Partai Nasional Indonesia,Red). Ya namanya istrinya aktivis, kalau istrinya tidak mendukung ya tidak bisa. Mau tidak mau saya juga terjun dalam dunia politik. Awalnya, saya hanya membantu para aktivis yang sering kumpul di rumah. Kebetulan, waktu itu zaman meruntuhkan orde baru. Kalau mereka diskusi, saya yang ngudek kopi. Kadang kalau suami keluar saya yang mencarikan uang untuk biaya konsumsi mereka. Jumlahnya tidak satu dua, tapi 500 kadang sampai 1.000 orang.  Entah mengapa saya merasa punya tanggung jawab untuk memberi konsumsi para aktivis yang kumpul itu. Semangat untuk berjuang terus diasah dan tidak pernah lepas dari dunia politik ini karena seringnya kumpul dengan teman-teman perjuangan. Akhirnya saya menikmati. Kini, tetap aktif di LSM Sarinah dan  Ketua KPPI ( Kaukus Perempuan Politik Indonesia ) Kabupaten Gresik.

Di tengah kesibukan menjadi pengusaha dan aktifis, ibu pernah menjabat sebagai anggota DPRD. Bagimana ibu akhirnya mau terjun ke dunia politik?

Awalnya hanya aktif di LSM Sarinah dengan tujuan membantu wanita kecil. Di politik, saya awalnya hanya tim sukses saja. Saya selalu mensukseskan calon legislatif. Di era SBY (Susilo Bambang Yudhoyono,Red) pileg tidak lagi dengan nomor urut, namun suara terbanyak. Saya mulai berpikir mencoba untuk nyaleg. Apalagi, saya yang sering ke lapangan dan kenal warga. Alhamdulillah, dukungan terbanyak dengan suara 6.000 lebih. Dari situlah, saya mulai komitmen terus berjuang melalui jalur politik dan sampai didapuk menjadi ketua PDI Perjuangan Gresik.

Bagaimana sistem kepempimpinan yang dilakukan Ibu di PDIP Gresik? Apa yang sudah ibu lakukan dalam mengawal calon legistlatif 2019 mendatang?

 

Sistem kepemimpinan di PDI Perjuangan yang merupakan partai lama sudah terstruktur dan terukur. Saya sebagai ketua tugasnya memonitor dan mengontrol. Saya sudah berjanji dengan diri saya akan berjuang untuk masyarakat melalui parpol ini. Kalau memang ada yang lebih baik dari saya, silahkan memimpin. Tapi, kalau tidak ada dan hanya menjadikan parpol lahan kepentingan diri sendiri, lewati dulu saya. Dulu, pernah ada orang yang mau membeli partai, saya lawan. PDI Perjuangan saya tegaskan untuk tidak ikut-ikut urusan internal parpol di Gresik. Alhamdulillah, nahkoda tetap di saya. Kalau untuk calon legislatif, saya akan menjaring calon yang benar-benar berkualitas sehingga nantinya bisa membuat kebijakan yang benar-benar dibutuhkan warga Gresik. 

Bagaimana Ibu melihat sosok Kartini saat ini?

Bagi saya, Kartini sekarang itu tugasnya cukup berat. Seorang wanita tidak hanya bertugas memasak dan sebagai ibu rumah tangga, namun harus bekerja sesuai tuntutan zaman. Makanya. Tuntutan Kartini sekarang harus cerdas dan jujur. Untuk caleg wanita pun saya yang langsung monitor. Gunanya untuk mewarnai kebijakan yang memihak kepada wanita sehingga perjuangan Kartini bisa dilanjutkan sesuai eranya. Apalagi, Gresik merupakan kota industri. Perputaran keuangan melalui bidang bisnis seperti UMKM itu besar. Di situ, wanita bisa mengambil alih lahan perjuangan.  Menjadi pengusaha dan pastinya nanti akan mencukupi kehidupan keluarga dan bermanfaat untuk masyarakat. (*)

Sosok Tangguh dan Bijaksana

Bagi keluarga, Siti Muafiyah bukan hanya sosok yang rela berjuang untuk masyarakat. Wanita asli Giri, Gresik itu ternyata adalah teladan bagi anak dan keluarga besarnya.

“Orangnya benar-baner tangguh dan bijaksana. Pejuang bukan hanya untuk masyarakat, namun keluarga tetap nomor satu,” kata dr Chesy Bima Laksana, putra pertama Siti Muafiyah.

Lulusan Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) itu merasakan perjuangan Muafiyah sebagai seorang ibu. Sebelum beraktifitas menjadi pengusaha maupun politis, Muafiyah selalu menyiapkan semua kebutuhan anak-anaknya. “Ibu pasti masak buat kami. Sangat perhatian. Semua persoalan pekerjaan dan pendidikan selalu didiskusikan bersama,” kata Chesy.

Dalam menghadapi persoalan juga demikian. Chesy mengaku banyak belajar dari ibunya. Chesy melihat ibunya bijaksana dan jeli. Sang ibu juga sangat lihai ketika menghadapi dua urusan yang sama-sama penting. “Namun, endingnya mengutamakan keluarga. Misalnya, kalau  ada anak-anaknya sakit, sesibuk dan se-urgent apapun kepentingan di luar, pastinya ibu tinggal untuk kami. Beliau selalu ada buat kami,” kata Chesy.

Sang menantu, Dwi Shinta Praharini juga merasakan hal sama. Di rumah mertuanya, Shinta bak seperti anak sendiri. “Sangat perhatian ke kami, apalagi ke cucu. Ibu itu baik, sabar, up to date dan pastinya rock and roll,” kata Shinta. Maksud rock and roll di ala Siti Aisyah itu, Alumnus  Unair itu menilai pola pikir ibu mertuanya yang sangat taat agama, namun sangat open minded.   (*/han) 

Biografi

Nama               : Ir Hj Siti Muafiyah

Lahir                : Kajen Giri, Kebomas Gresik, 13 september 1965.

Suami              : Ir. Bambang Suhartono, MAP.

Anak              

- dr Chesy Bima Laksana

- Mega Titti Rahayu (Kuliah di kedokteran gigi semester akhir )

- Cahya Kartika Ayu ( SMAN Manyar  Kelas 1  )

- Menantu        : Shinta Dwi Praharini

- Cucu              : Byantara Maulid Rasendria Sutawijaya.

Pendidikan      :

1.      SD Muhammadiyah 2 Gresik 1979

2.      SMP Mutammadiyah Gresik 1982

3.      SMAN 1 Gresik 1982

4.      UPN Veteran SBY , Jurusan Tehnik Kimia 1991.

Alamat Rumah : Jl Jawa Indah 2 Nomor 39, Komplek Darussa'adah GKB Gresik

Karier :

1. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik                             2015-2020

2. Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik                     2010-2015

3. Anggota DPRD Kabupaten Gresik, Fraksi PDI Perjuangan          2009-2014

4. Ketua Departemen Wanita DPD PDI Perjuangan  Jatim               2004-2009

5. Wakil Ketua Departemen Wanita DPC PDI Perjuangan  Gresik   1999-2004

Aktif di Organisasi Kemasyarakatan

1. Ketua LSM SARINAH GRESIK                                                  ( 2004-sekarang)

2. Ketua KPPI ( Kaukus Perempuan Politik Indonesia ) Kabupaten Gresik

3.Anggota PKK Darussa'adah Regency                                            

Riwayat Pekerjaan :

1. Kontraktor konsultan 1991-1999.

2. Suplyer Supermarket ind.timur 1996 - 2008.

3. Pengrajin perhiasan emas dan Batik. ( turun temurun - skrg ) ada di Rumah Batik Sarinah.

4. Konsultan perencana pabrik dan kontraktor di PT Novis Natuna Navita

dan PT. Fajar Mas Murni, Industrial Equipmen Provider and Total Solution

(sb/han/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia