Selasa, 26 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Persona Gresik

Mandiri, Sukses Kembangkan Klinik Kesehatan

21 April 2018, 10: 26: 44 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Dr. Titik Ernawati, DIPL.CITBAC, Owner Klinik Krisna Gresik

Dr. Titik Ernawati, DIPL.CITBAC, Owner Klinik Krisna Gresik (Esti/Radar Gresik)

Sosok perjuangan Raden Ajeng Kartini di era kekinian dilanjutkan oleh dr. Titik Ernawati, DIPL CITBAC. Owner Klinik Krisna Gresik itu membuktikan perjuangan kartini melalui dunia kesehatan. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah, Titik bersama adiknya dr Ervinnora dan dr Thomas Putra Ashar berhasil membuka empat cabang klinik kecantikan di wilayah Gresik.

Titik  melihat sosok kartini masa kini adalah wanita yang mandiri. “Karena wanita itu harus mandiri dan tidak bergantug kepada pasangan, dengan kata lain sebagai perempuan harus memberdayakan dirinya agar bermanfaat bagi dirinya, keluarga dan masyarakat,”  kata wanita yang juga menjabat sebagai Kepala Puskesmas Duduksampeyan Gresik itu.

Menurut dia, banyak cara menjadi wanita yang mandiri. Salah satunya mandiri di bidang ekonomi. Wanita tidak hanya berdiam diri di rumah,  namun  mulai memberdayakan diri.

“Saya memiliki kemampuan di bidang kesehatan. Maka, memanfaatkan kemampuan ini untuk lebih berdaya dan mandiri lagi.  Semua perempuan bisa melakukan hal yang sama sesuai dengan minat dan kemamnya,” ujar wanita yang tinggal di Tambakberas Cerme itu.

Dengan ketekunan dan kemandirian, Titik kini memiliki empat klinik umum dan kecantikan. Diantaranya, berada di Desa Tambakberas (Cerme), Pondok Permata Suci (PPS) GKB II, GKB Centro dan Serembi Kebomas. Ia juga memiliki butik bernama Krisnanda Babyshop and Boutique di Banjarsari, Cerme.

Ia berharap bisnis kliniknya dapat  membantu orang lain. Salah satunya membuka lapangan pekerjaan dan membantu keluarga.  Tak heran, klinik kecantikannya sudah memiliki 50 pegawai. Sebanyak 46 adalah perempuan, sedang empat lainnya merupakan security laki-laki.

“Sejak 2002 jadi dokter, saya ingin terus bermanfaat di bidang kesehatan. Tak hanya membantu di segi ekonomi namun juga bisa bermanfaat untuk warga . Misalnya, di puskesmas Duduksampeyan, saya berupaya  melayani dan memberdayakan warga supaya punya gaya hidup sehat,” kata putri sulung dari H Masud Ashari dan Hj Rosyidah Yasroni tersebut. (est/han)

Berikan Asi Eksklusif

Dr Titik adalah wanita mandiri. Ia long distance dengan suaminya, Letnan Kolonel Laut dr. Wahyu krisnoto, SpM yang menjabat sebagai Kepala RS Angkatan Laut dr. Sardadi Soedibjo, Jayapura, Papua. Jadi, Titik sudah terbiasa mandiri dalam bidang ekonomi maupun mengurus anak.

Sebagai seorang Istri, kemandiriannya tidak membuatnya lupa pada anak-anak.  Ia berhasil memberi ASI Eksklusif pada tiga buah hatinya di tengah kesibukan kerja. Ia mengaku, selalu menyiapkan kebutuhan anak sebelum berangkat sekolah hingga menyambut mereka saat tiba di rumah. “Anak selalu saya dampingi sebelum tidur, sehingga mereka juga merasa dekat dengan ibunya, dan saya selalu memprioritaskan anak pada saat libur, termasuk tidak membawa pekerjaan ke rumah,” kata Titik.

Menurut dia, menjadi sosok Kartini yang mandiri, bukan berarti seorang istri tak membutuhkan suami dalam melakukan berbagai aktifitasnya. Ia merasa dukungan dari suami terus mengalir. Menjadi mandiri lebih mudah jika dibarengi dnegan restu suami, berpikiran positif, sekaligus kuat untuk menjadi sosok ayah dan ibu dalam keluarga.  

Ia berkisah, kerap sedih bila menemui pasien perempuan yang baru datang berobat padahal sudah merasakan sakit semenjak lama. Mirisnya lagi, ketika mengetahui alasannya baru berobat karena menunggu diantar suami. “Saya mencoba memberi pengertian agar pasien perempuan ini bisa mandiri dan datang tanpa suami, terlebih kondisi kesehatan merupakan hal penting yang harus segera diperiksakan,” kata Titik. (est/han)

 

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia