Minggu, 16 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Persona Surabaya
Lebih Dekat dengan Ketua PWI Jatim Akhmad Munir

Sibuk Senin sampai Senin, Keluarga Hanya Kebagian Sehari

16 April 2018, 16: 36: 47 WIB | editor : Wijayanto

FAMILY MAN: Ketika menjalankan ibadah umrah bersama keluarga. Prinsip Akhmad Munir, kehidupan dunia dan akhirat harus seimbang.

FAMILY MAN: Ketika menjalankan ibadah umrah bersama keluarga. Prinsip Akhmad Munir, kehidupan dunia dan akhirat harus seimbang. (ISTIMEWA)

Seminggu hanya ada tujuh hari. Tapi, kesibukan Akhmad Munir menumpuk di hari Senin hingga Senin berikutnya. Mulai dari menjadi kepala Biro LKBN Antara Jatim, ketua PWI Jatim, Exco PSSI Jawa Timur hingga humas Koni Jatim. Bahkan, sejak Februari lalu, pria kelahiran Sumenep ini juga dipercaya sebagai Pemimpin Pelaksana Redaksi LKBN Antara. Otomatis waktunya untuk keluarga semakin sempit. Sebab, mulai Senin hingga Jumat, ia harus berada di Jakarta. Tak jarang, Sabtu dan Minggu pun ia harus tetap di ibu kota. “Keluarga sudah memahami. Anak-anak sudah  tahu risiko punya ayah seorang wartawan. Toh, anak-anak juga sudah besar. Jadi, sudah tidak protes lagi,” ungkap Munir, sapaan karib Akhmad Munir.

Diakuinya, menjadi wartawan selalu dituntut kerja full time, tidak mengenal waktu. Janji yang sering batal mendadak dan perkataan ‘paling besok juga tidak bisa’, sudah menjadi makanan yang harus segera bisa didinginkan.

Munir pun punya jurus sendiri dalam memulihkan kepercayaan keluarganya, ketika ia bolak-balik tidak bisa memenuhi janji. Ia berusaha meluangkan waktu sehari dalam satu minggu untuk keluarga. “Memang jadi wartawan itu tidak seperti orang kantoran, pukul lima sore sudah pulang dan Sabtu-Minggu di rumah. Kalau wartawan kan tidak bisa itu. Pulangnya jam sepuluh atau sebelas malam, Sabtu-Minggu bisa kerja. Tapi di saya tidak karena saya setiap minggu membiasakan ada hari yang khusus untuk keluarga,” ujar Munir.

Diakuinya, memang awalnya keluarga sulit menerima cara kerjanya itu. Namun pada akhirnya mereka bisa beradaptasi dengan cara kerja yang harus dijalani oleh seorang wartawan. Maka Munir menilai satu hari dalam seminggu waktu bagi keluarga, sangatlah penting. Meski tidak selalu harus dilewati dengan cara yang mewah. Bisa juga dilewati dengan sesederhana mungkin, asalkan komunikasi dengan keluarga tetap terjaga. Karena itu sangat penting dalam memberikan kepercayaan kepada keluarga.

“Yang penting ya mungkin persoalannya ketika istri maupun anak-anak tidak bisa beradaptasi sehingga ada persoalan. Maka hari libur untuk keluarga biasanya Sabtu atau Minggu atau hari lain yang dianggap semua keluarga bisa berkumpul. Saya sebisa mungkin bertemu dengan mereka (keluarga, Red). Tapi bukan berarti harus ke mana gitu. Ya kadang-kadang hanya di rumah saja, bisa juga keluar bareng. Pokoknya guyon bersama anak-anak,” sebutnya.  

Memang, terkadang satu hari itupun harus tersita karena tugas mendadak dari kantor. Tetapi itu sudah menjadi janji yang harus diganti. Sebagai kepala keluarga, Munir memberikan contoh dengan menepati janji yang sama di hari lain. “Komentar ‘paling besok tidak bisa’ itu sudah biasa. Tapi, komentar seperti itu harus segera diganti. Paling tidak ketika membatalkan janji, ya harus digeser dangan mengganti dengan janji yang sama di lain waktu,” tuturnya kepada Radar Surabaya saat ditemui di Kantor LKBN Antara Biro Jatim.

Tak jarang, disebutkan Munir, pekerjaan sebagai seorang wartawan harus memisahkannya dengan keluarga. Namun, itu sudah menjadi kewajiban menjalankan tugas walaupun konsekuensinya adalah jauh dari keluarga. Janji sebagai wartawan yang harus siap melaksanakan tugas 24 jam telah jadi risiko yang harus ditanggungnya. Munir yakin keluarga lama kelamaan dapat menerima dengan beban kerja seperti itu. Dan terbukti, keluarga selalu menyuport apapun yang sedang dijalaninya demi karir.

Tapi itu bukan berarti Munir mengabaikan keluarga. Baginya keluarga adalah segalanya. Waktu dengan mereka ini sangat penting. Sehingga sangat perlu setidaknya disempatkan satu kali dalam seminggu untuk bertemu. Sebisanya Munir menjalankan komunikasi yang baik ditengah-tengah kesibukannya sebagai wartawan. (bae/opi)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia