Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon-featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Gadis Tanpa Busana di Area Makam, Dikeluarkan dari Ponpes 3 Tahun Lalu

Jumat, 13 Apr 2018 22:55 | editor : Abdul Rozack

Identitas Kartu Anggota Santri yang ditemukan di TKP

Identitas Kartu Anggota Santri yang ditemukan di TKP (Dokumen Radar Surabaya)

Sekretaris Pondok Pesantren (Ponpes)Al-Bakriyah, Bangkalan, Baghowi A.Hakam memberikan klarifikasi terkait status keanggotaan NH di ponpesnya. Pihaknya tidak memungkiri bahwa perempuan dengan inisial NH tersebut pernah nyantri di Al-Bakriyah selama kurang lebih 2 tahun. Namun sampai akhirnya 3 tahun yang lalu (2015) NH sudah dikeluarkan dari pesantren. ”Karena ada alasan sesuatu yang tidak bisa disampaikan di sini,” ujar Baghowi yang mendatangi kantor Radar Surabaya, kemarin.

Menurut Baghowi, akibat dikeluarkannya NH tersebut secara otomatis kartu anggota santri dicabut atau tidak aktif. ”Kejadian tersebut adalah musibah bagi lembaga Pondok Pesantren Al-Bakriyah, para Masyaikh, Asatidz, santri dan seluruh warga pesantren,” pungkasnya.

Iptu Junaidi juga sempat membeberkan keterangan jika setelah lepas dari ponpes di Bangkalan itu, NH bekerja di salah satu Giras di daerah Bulak Banteng Surabaya. NH terpaksa dipindahkan ke Bangkalan oleh orang tuanya yang tinggal Jalan Citarum Madiun, dekat Alun-alun ini karena nakal dan sering mengonsumsi obat tertentu.

Kini, NH telah diserahkan ke PPT RS Bhayangkara untuk pemulihan fisik maupun psikisnya. ”Orang tua korban sudah bertemu dengan NH,” ujar Iptu Junaidi.

Terkait visum untuk memastikan keadaan korban adalah hasil kekerasan seksual masih belum keluar. Namun pihak dokter sudah memberikan keterangan bahwa jika dari luka yang ada di kelamin korban ini mengindikasikan akibat tindak kekerasan atau pemaksaan. (son/no)

(sb/son/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia