Kamis, 18 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo
Penganiayaan di Taman Masih Diselidiki

Kasus Bully Siswi SMP Berakhir Damai

Rabu, 14 Mar 2018 03:30 | editor : Lambertus Hurek

Salah satu adegan kekerasan siswi yang viral di medsos.

Salah satu adegan kekerasan siswi yang viral di medsos. (DOK)

Setelah melakukan mediasi, pihak wali murid dan murid yang terkait kasus bullying yang melibatkan siswi-siswi SMPN 6 Sidoarjo berakhir damai. Pihak pelapor dan terlapor menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan dan menyatakan tidak akan saling menuntut. Pihak kepolisian sendiri tidak memproses perkara tersebut karena adanya perdamaian tersebut.
Hal ini Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris, Selasa (13/3). “Sudah ada mediasi dan selesai dengan perdamaian kedua belah pihak. Ini juga sudah disaksikan oleh pihak sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), serta kepolisian,” jelasnya.
Dalam kasus ini,
Informasi yang dihimpun Radar Sidoarjo menyebutkan korban bully berinisial VR, sedangkan pelaku bully adalah tiga siswi lain berinisial PJ, LT dan LN. Ketiga terlapor sudah meminta maaf ke VR dan menyatakan tidak akan pernah melakukannya lagi.
Muhammad Harris mengungkapkan proses penyelesaian masalah secara kekeluargaan itu berlangsung berjam-jam. Dalam pertemuan yang dilaksanakan sejak Senin (12/3) itu, dilakukan mulai siang hingga malam hari. Namun endingnya, semua pihak sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan.
Kompol Muhammad Harris menerangkan polisi kini menghentikan penyelidikan kasus yang sempat jadi viral tersebut. “Kami hentikan apalagi korban dan terlapornya masih di bawah umur,” katanya.
Ia menyatakan pula pihaknya tidak ingin karena pemeriksaan yang dilakukan polisi bisa membuat psikis siswi terganggu, ditambah lagi bisa mempengaruhi masa depannya jika sudah terlibat kasus pidana. Meskipun, lanjutnya, kasus yang melibatkan anak di bawah umur ada pasal tersendiri terkait perlindungan anak.
“Kalaupun diteruskan mereka tetap didiversi karena mereka masih menjadi pengawasan orang tua,” tuturnya.
Sementara itu, mengenai video yang lain yang juga sempat beredar yang menampakkan dua orang siswi sekolah melakukan kekerasan terhadap satu siswi lainnya, polisi masih melakukan penyelidikan. Dalam video berdurasi 15 detik tersebut, nampak satu siswi ini dianiaya dengan beberapa pukulan ke arah kepala.
Kompol M Harris menuturkan, sudah menerima laporan terkait kasus tersebut dan menyelidiki. Ia membenarkan jika kejadiannya di wilayah Taman, namun masih dalam proses penyelidikan siapa saja yang terlibat.
“Kejadian tersebut terjadi pada 2017 lalu dan penyelidikan terus kami lakukan,” pungkasnya.
Di sisi lain, Sekretaris Dikbud Sidoarjo Tirto Adi menuturkan tidak meneruskan kasus tersebut. Ini setelah kedua belah pihak wali murid terlapor PJ, LT dan LN melakukan pertemuan dan meminta maaf. “Pertemuan tersebut kami lakukan untuk mengetahui kejadian intimidasi tersebut. Mereka sepakat berdamai,” katanya. (gun/jee)

(sb/gun/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia