Sabtu, 20 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Catat! Berikut Nawa Bhakti Satya, 9 Program Kerja Khofifah-Emil

Jumat, 16 Feb 2018 19:00 | editor : Abdul Rozack

RUMAH ASPIRASI: Di rumah ini tersedia ruang dialog bagi masyarakat yang ingin membedah sembilan program unggulan.

RUMAH ASPIRASI: Di rumah ini tersedia ruang dialog bagi masyarakat yang ingin membedah sembilan program unggulan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Khofifah menegaskan pihaknya tidak hanya sekedar membuat program sekolah gratis. Tapi harus tetap berkualitas. Ini bisa diwujudkan melalui APBD Jatim yang cukup besar. Ini menjadi salah satu layanan pendidikan sebaik-baiknya untuk memutus mata rantai kemiskinan. 

Dalam kesempatan tersebut juru bicara Khofifah-Emil, KH Zahrul Azhar Asad atau yang juga dijuluki Gus Han membacakan Nawa Bhakti Satya yang terdiri dari 9 bhakti atau program kerja. Bhakti 1 adalah Jatim Sejahtera yang orientasinya untuk pengentasan kemiskinan menuju keadilan dan kesejahteraan sosial. Bentuknya berupa PKH Plus untuk penduduk miskin 38 kab/kota, 664 kec, 5.674 desa dan 2.827 kelurahan. 

“Disabilitas, lansia terlantar, perempuan kepala keluarga rentan. Kemudian mengurangi beban 26 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dengan subsidi provinsi anggaran ini akan meningkat mengikuti peningkatan pendapatan APBD Provinsi Jatim,” kata Gus Han.

Bhakti 2 yakni Jatim Kerja. Fokusnya pada millineal Job Center dengan cara memberikan job training, pendidikan vokasi, membantu starting up usaha, membantu promosi bagi usahawan muda, dan membantu pembiayaan usaha pada tahap awal usaha. Lalu membuat Dream Team Science Techno Park/STP (5-10 anak SMK dan 2-4 anak D3/S1), membentuk STP bagi kelompok rintisan usaha di berbagai daerah. “Memberikan jaminan bagi produksi dan distribusi produk-produk inovasi anak muda melalui informasi super koridor di 5 bakorwil yang ada di Jatim,” ungkapnya. 

Bhakti 3 adalah Jatim Cerdas dan Sehat dengan fokus pada pendidikan dan kesehatan gratis berkualitas. Bentuknya bermacam-macam, misalnya Tis-Tas (gratis dan berkualitas) dengan memperluas cakupan bantuan siswa miskin, bantuan biaya sekolah, dana insentif operasional akreditasi, tunjangan kinerja bagi guru tidak tetap.

Selanjutnya Bhakti 4 adalah Jatim Akses, yang diperioritaskan untuk membangun infrastruktur dalam kerangka pengembangan wilayah terpadu, dan keadilan akses bagi masyarakat pesisir dan desa terluar. Turunannya berupa pembangunan Kawasan Lingkar Wilis, Lingkar Bromo, Lingkar Ijen, Gerbang Kertasusila, Koridor Maritim Pantura Jawa- Madura, Koridor Maritim Selatan Jawa. “Pembangunan akses jalur udara dilakukan dengan percepatan dan pengembangan bandara perintis,” ungkapnya. 

Lalu Bhakti 5 adalah Jatim Berkah, lanjut Gus Han dilakukan dengan cara memberi tunjangan kehormatan Imam Masjid di Kampung, Pesisir dan Pulau Terluar. Perluasan tunjangan kehormatan Hafidz dan Hafidzoh, penguatan peran Pondok Pesantren dalam mendorong partisipasi sekolah dan beasiswa guru diniyah hingga S2, membangkitkan kesetiakawanan sosial, kepahlawanan dan keperintisan.

Kemudian, Bhakti 6 yaitu Jatim Agro, diprioritaskan untuk memajukan sektor pertanian, peternakan, perikanan darat dan laut, kehutanan, perkebunan untuk mewujudkan kesejahteraan petani dan nelayan. Program turunnnya berupa menguatkan program petik, olah, kemas, jual, mengembangkan agropolitan, stabilisasi dan tabungan pangan, asuransi petani, restrukturisasi produk pertanian.

Bhakti 7 adalah Jatim Berdaya, yang diprioritaskan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dengan berbasis UMKM, koperasi, dan mendorong pemberdayaan pemerintahan desa. Programnya bermacam-macam, seperti One Village One Product One Corporate & Agropolitan, Communal Branding untuk UMKM, Supply and Demand Channel, penataan pasar tradisional, inklusi UMKM retail modern, serta menumbuhkembangkan koperasi perempuan, petani dan nelayan dan perdagangan antar pulau. 

Lantas Bhakti 8 yakni Jatim Amanah dengan tujuan menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, efektif dan anti korupsi. Caranya dengan membudayakan meritokrasi, menyelenggarakan complain handling system, budaya birokrasi yang melayani dan efektif, menjaga clean government, sound governance, perluasan dan pelayanan berbasis IT.

Terakhir, kata Gus Han, Bhakti 9 adalah Jatim Harmoni dimaksudkan untuk menjaga harmoni sosial dan alam dengan melestarikan kebudayaan dan lingkungan hidup. Program derivatifnya meliputi pariwisata partisipatoris, integrasi museum perpusda dan galeri seni, ruang kebinekaan, seni tradisional, clean industries, green city, halal tourism, 51 titik potensi ESDM, dialog antar budaya (seni, seniman dan budayawan) maupun dialog intern dan antar umat beragama. (bae/no)

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia