Senin, 10 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Sidoarjo

PolisiMulai Petakan Kerawanan Pilgub

10 Februari 2018, 03: 15: 59 WIB | editor : Lambertus Hurek

Ketua KPU Sidoarjo Zainal Abidin (kiri) bersama Wakapolresta Sidoarjo.

Ketua KPU Sidoarjo Zainal Abidin (kiri) bersama Wakapolresta Sidoarjo. (satria nugraha/radar sidoarjo)

Kampanye pemilihan gubernur (pilgub) Jatim bakal dimulai pada 15 Februari. Suhu politik selama empat bulan hingga pencoblosan pada 27 Juni nanti diperkirakan meningkat. Karena itu, Polresta Sidoarjo mengadakan latihan pra-operasi menjelang pesta demokrasi itu.

Sosialisasi diikuti oleh semua anggota satgas di Pendapa Delta Wibawa Sidoarjo. Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji, Ketua Panwaslu Sidoarjo M Rosul, dan Ketua KPU Sidoarjo Zainal Abidin.

Kombes Pol Himawan Bayu Aji menuturkan, pengarahan yang diberikan mengenai persiapan dan informasi terkini terkait dengan perkembangan situasi jelang pilgub. Pengamanan akan terus dilakukan, terutama di daerah-daerah yang dinilai rawan. "Salah satunya di Porong. Khususnya desa-desa yang hilang (terdampak lumpur), namun warganya masih ada," katanya.

Selain di Porong, menurut dia, semua tempat pemungutan suara (TPS) juga dipantau pihak kepolisian. Yang diprioritaskan adalah TPS-TPS yang rawan konflik. "Nanti kami sesuaikan jumlah personel. Kalau memang rawan, bisa saja satu TPS dijaga dua personel. Kami akan lihat bobot kerawanannya sesuai laporan satintelkam," terangnya.

Ketua KPU Sidoarjo Zainal Abidin mengatakan, pihaknya masih mendata penduduk di empat desa yang hilang di Kecamatan Porong. Yakni Renokenongo, Jatirejo, Siring, dan Kedungbendo. Ribuan warga keempat desa ini sudah tersebar ke berbagai kawasan meskipun status kependudukannya belum berubah. "Kami akan melakukan pendataan atau pencocokan dan penelitian (coklit)," katanya. 

Zainal mengaku kawasan terdampak lumpur di Porong ini perlu diantisipasi karena rawan penggelembungan suara. Kerawanan juga bisa terjadi di Puspa Agro, Jemundo, Taman. Ini karena para pengungsi asal Sampang yang berada di sana juga akan menggunakan hak memilih. 

Kemungkinan disediakan dua TPS karena pengungsi Sampang itu berasal dari dua kecamatan. Namun, KPU Sidoarjo masih menunggu keputusan KPU Sampang. "Kami masih melakukan koordinasi. Pengungsi di sana ada sekitar 200 orang," katanya.

KPU Sidoarjo juga menyediakan TPS untuk para tahanan baik di polsek, polresta, lapas, mauupun rumah sakit. (gun/rek) 

(sb/gun/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia