Senin, 10 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Gaji GTT/PTT Bukan untuk Tambahan Penghasilan

05 Februari 2018, 09: 34: 08 WIB | editor : Abdul Rozack

Quote: Gaji GTT/PTT

Quote: Gaji GTT/PTT (Quote)

SURABAYA-Dinas Pendidikan Jatim memastikan gaji guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) tidak menambah penghasilan yang sudah upah minimum kabupaten/kota (UMK). Namun, lebih pada membantu keuangan sekolah. 

Berbeda dengan GTT/PTT yang masih berpenghasilan kecil, gaji dari anggaran APBD ini dipastikan menambah penghasilan mereka. "Oh, ya, Rp 3 juta dikurangi Rp 750 ribu. Jadi membantu keuangan sekolah. Sifatnya meringankan keuangan sekolah. Jangan dipersepsikan menjadi tamsil (tambah penghasilan)," ujar Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rahman, Sabtu (3/2).

Diakuinya, memang banyak yang mempersepsikan bahwa dana dari Pemprov Jatim untuk gaji GTT/PTT ini merupakan tambahan penghasilan. Padahal tidak. Kecuali mereka para guru dan pegawai honorer di daerah seperti Pacitan, Nganjuk, dan daerah lain yang berpenghasilan rendah. Dana dari Pemprov Jatim ini menambah penghasilan mereka. Terutama bagi guru yang gajinya masih jauh dari UMK, mendapat kenaikan dari pemprov. 

"Kalau mereka sebulannya dapat Rp 400 ribu. Sekarang dari provinsi Rp 750 ribu berarti tambah. Iya masih buanyak itu (belum dekati UMK). Mereka yang menerima adalah telah mendapat surat keputusan (SK) gubernur. Sudah ada juknisnya. Paling tidak telah mengajar berapa tahun," bebernya kepada wartawan. 

Terlepas dari itu, Saiful memastikan bahwa gaji GTT/PTT itu sudah bisa dinikmati pada bulan ini. "Ya dalam bulan ini," ungkapnya. Dimana 

Menurut dia, dana tersebut bukan dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), melainkan diambilkan di APBD 2018. "Langsung ke rekening guru dan pegawai. Tidak dana BOS, tapi dari Pak Gubernur (Soekarwo) ada sendiri. Kita telah siapkan setiap bulan selama 14 bulan," urainya. 

Perlu diketahui, Pemprov Jatim akan menggelontor anggaran Rp 6 miliar per bulan dengan nilai per orang Rp 750 ribu. Honorarium itu diberikan kepada 4.000 GTT plus 4.000 PTT di seluruh SMA/SMK negeri se-Jatim. Ini untuk mengalokasikan subsidi gaji GTT/PTT untuk 14 kali dalam setahun. Hal itu menyesuaikan dengan standar gaji yang ada di Pemprov Jatim. Karena itu, akan ada tunjangan satu kali subsidi gaji pada saat hari raya dan satu kali subsidi gaji ke-13.

Sejatinya, di Jatim jumlah GTT maupun PTT sudah mencapai 21.754 orang. Rinciannya GTT sebanyak 11.962 orang yang tersebar di 38 kabupaten/kota. Sedangkan untuk PTT mencapai 9.792 orang. Mereka bertugas sebagai tenaga laborat, pustakawan, administrasi, dan tenaga lain. Sehingga, hingga saat ini masih ada 13 ribu lebih GTT/PTT yang belum terkover.

Pada penerimaan pertama sejumlah 8.000 orang, Dispendik Jatim punya kriteria sendiri. Mulai dari masa bakti, jam belajar, hingga sejumlah persyaratan lain. Nantinya, para tenaga pendidik yang dinyatakan memenuhi kriteria bakal dimasukkan dalam surat keputusan (SK) yang ditetapkan oleh pemprov. (bae/hen)

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia