Senin, 24 Sep 2018
radarsurabaya
icon-featured
Features Surabaya
Pasar Maling Wonokromo (3)

Pasar Maling, Harga Miring, Barang Tak Jelas Asal Usulnya

Minggu, 04 Feb 2018 06:05 | editor : Abdul Rozack

PASAR MALING: Suasana di pasar maling Wonokromo yang hanya buka malam hari saja dan memanfaatkan bahu jalan, dipenuhi para calon pembeli yang berasal

PASAR MALING: Suasana di pasar maling Wonokromo yang hanya buka malam hari saja dan memanfaatkan bahu jalan, dipenuhi para calon pembeli yang berasal dari Surabaya dan sekitarnya (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Sadeli menegaskan, barang barang yang dijual di pasar maling bukan merupakan hasil curian. “Nggak apa-apa mereka menyebut seperti itu. Tapi yang jelas, barang- barang yang dijual pedagang ada yang baru dan ada juga yang bekas. Kalau yang bekas, saya tidak tahu asal-usulnya,” ungkap Sadeli. 

Mungkin karena dibanderol dengan harga murah, sehingga muncul dugaan barang-barang tersebut hasil mencuri. Barang yang sering diduga sebagai hasil curian adalah barang elektronik. Salah satunya telepon genggam. “Pembeli dan penjual sekarang sudah pintar-pintar. Mereka pasti tahu barang dan harga lah,” ujar Sadeli. 

Dikatakannya, dia tidak mau tempatnya dijadikan ajang transaksi oleh pencuri. Beberapa kali dia menangkap pelaku pencurian yang menjual hasil kejahatannya di pasar maling. “Dulu pernah terjadi. Saya memergoki pencuri yang jual hape. Kami langsung membawanya ke kantor polisi,” tutur Sadeli.

Bukan hanya itu saja, lelaki ini juga pernah memergoki seorang perempuan yang mencuri barang dagangan berupa telepon genggam. “Dia pura-pura beli. Eh ternyata menukar hapenya yang jelek,” ujar Sadeli. 

Sebagai anggota kemanan, Sadeli juga bertugas melerai jika ada pedagang yang ribut dengan pembeli atau sesama pedagang karena salah paham. “Sudah sering terjadi. Tapi, mereka bisa  kami atasi. Kalau nggak bisa diselesaikan secara kekeluargaan, ya dibawa ke polisi,” imbuhnya. 

(sb/ang/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia