Rabu, 19 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Buntut Pemasangan Portal Cerme

Puluhan Warga Minta Dibongkar, DPU Tak Bergeming

31 Januari 2018, 08: 53: 45 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Sebagian warga pengunjukrasa membentangkan poster berisi protes atas kebijakan pendirian portal di ruas Jalan Raya Cerme-Metatu, Selasa siang.

PROTES : Sebagian warga pengunjukrasa membentangkan poster berisi protes atas kebijakan pendirian portal di ruas Jalan Raya Cerme-Metatu, Selasa siang. (Yudhi/Radar Gresik)

Kebijakan Pemkab Gresik membatasi kendaraan berat yang melintas di Ruas Cerme-Metatu mendapat protes warga dan sopir angkutan. Mereka menolak pemasangan portal horizontal berjajar tiga tiang di Jalan Cerme Lor.

AKSI protes dilakukan tak kurang dari 20 orang di depan portal yang baru dipasang Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gresik, Senin malam. Warga menilai pemasangan portal akan mengancam pekerjaan lantaran pabrik di wilayah tersebut tidak melakukan produksi.

Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan dengan membawa sejumlah poster mereka melakukan orasi penolakan terhadap kebijakan pemasangan portal tersebut. “Tolak pemasangan portal,” teriak korlap aksi tersebut.

Ahmad Inwar, 48, salah satu warga mengatakan pihaknya menolak pemasangan portal tersebut karena merugikan pabrik tempatnya bekerja. Jika portal tidak dicopot mereka tidak bisa masuk kerja. “Ini jelas merugikan masyarakat yang bekerja di pabrik wilayah Cerme dan Benjeng,” ujarnya, kemarin.

Menurut dia, di perusahaan tempatnya bekerja memiliki tiga truk kayu. Namun, karena pemasangan portal truk-truk tersebut tidak bisa beroperasi. Hal ini berdampak dengan mandeknya produksi. “Kalau seperti ini kami tidak bisa bekerja lagi karena pabriknya berhenti produksi,” kata dia.

 Menanggapi hal ini, Sekertaris DPU Kabupaten Gresik Achmad Wasil Nur Rohman mengatakan pemasangan portal tersebut tidak menutup total akses Jalan Raya Cerme- Benjeng. Portal tersebut hanya membatasi tonase kendaraan. “Portal itukan tidak menutup total jalan, kenapa kok tidak bisa melintas,” ujarnya, kemarin.

Menurut dia, pemilik kendaraan tetap bisa melintas dengan menggunakan kendaraan yang lebih kecil sesuai dengan spek jalan. “Silahkan saja melintas. Asalkan beratnya sesuai dengan kelas jalan tersebut,” ungkapnya.

Dikatakan, selama ini banyak keluhan warga lantaran truk yang melintas disana melebihi tonase. Sebab, hal itu membuat jalan menjadi rusak. “Jalan itu kelasnya masih kelas III, jadi kalau mau melintas tonasenya harus di bawah 10 ton,” katanya. (rof/ris)

(sb/rof/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia