Sabtu, 20 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Gresik

Olah Daun Sirsak Jadi Kerajinan Bunga

Senin, 29 Jan 2018 12:35 | editor : Aries Wahyudianto

Lilik saat memberikan pengarahan kepada siswanya saat melakukan pengelolaan daun sirsak untuk kerjinan bunga ramah lingkungannya.

INOVATIF: Lilik saat memberikan pengarahan kepada siswanya saat melakukan pengelolaan daun sirsak untuk kerjinan bunga ramah lingkungannya. (Esti/Radar Gresik)

Daun sirsak memang memiliki banyak manfaat. Selain bisa digunakan untuk mengobati penyakit, daun sirsak kini juga bisa diolah menjadi kerajinan bunga. Ini seperti yang dilakukan siswa SDN 1 Sidokumpul Gresik. Daun sirsak dibentuk menjadi berbagai jenis bunga, seperti tulip, bugenfil, hingga mawar.

Tegar Adidtya Pratama, salah satu perajin bunga dari daun sirsak mengaku, tak sulit untuk membuat kerajinan dari daun ini. Pertama-tama, ia menghilangkan klorofil atau warna hijau pada daun. Caranya dengan direndam selama 3 minggu hingga 1 bulan dalam air biasa.

Kemudian dilakukan pembersihan klorofil, karena daun dengan perlahan menjadi cokelat dan warna hijaunya luntur. “Memang susahnya harus tahan dengan bau daun yang sangat busuk,” ujar siswa kelas 5 sekolah dasar ini.

Setelah itu, dilanjutkan dengan proses perendaman dengan pemutih selama satu malam. Sehingga daun menjadi putih bening, dan dijemur selama setengah jam. “Sesudah itu, kami buat sesuai pola bunga. Sebelumnya kita warnai dulu sesuai konsep bunga yang diinginkan,” paparnya.

Bila daun sudah siap, maka tak membutuhkan waktu lama untuk membuat bunganya. Dibantu dengan guru pembinanya, mereka bisa menghasilkan 10 tangkai bunga dalam sehari. Selanjutnya, bunga-bunga tersbeut dijadikan satu rangkaian dan diletakkan pada vas bunga yang mereka kreasikan sendiri. “Lebih ramah lingkungan,” kata dia.

Sementara itu, Guru Pembimbing kerajinan bunga daun sirsak, Lilik Srihartutik mengatakan, daun sirsak termasuk istimewa dan paling mudah diolah. Sebelumnya, ia pernah mencoba pada daun nangka dan kupu-kupu taua tanamna hias yang mudah ditemukan, namun hasilnya tekstur daun cenderung kaku dan susah dibentuk. “Ternyata peminatnya banyak untuk dekorasi, mulai bunga meja hingga bunga ruangan yang berukuran cukup besar,” urainya.

Ia menambahkan, untuk tren warna bunganya sendiri lebih ke degradasi. Konsumen, cenderung memilih warn apastel seperti baby pink, peacvh hingga hijau mint. Untuk pewarnaany sendiri tergantung pesanan. Bila memang membutuhkan degradasi, maka dilakukan dengan kuas lukis. Namun bila hanya memilih satu warna, maka cukup dilakukan perendaman. “Paling sulit dilakukan dan harganya relatif lebih mahal itu, memang jenis mawar,” imbuh dia. (est/rof)

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia