Senin, 10 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Sidoarjo

Petakan Potensi Kerawanan Pemilih

16 Januari 2018, 04: 20: 59 WIB | editor : Lambertus Hurek

Petakan Potensi Kerawanan Pemilih

KPU Sidoarjo telah melakukan upaya untuk menyelesaikan tahapan-tahapan yang sudah ditentukan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018. Saat ini tahapan itu sudah sampai pada persiapan pemutakhiran data pemilih.
Seperti yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Jabon. Selain menyelesaikan tahapan pemutakhiran data, PPK juga memetakan potensi kerawanan ketika pendataan proses pemilihan berlangsung.
“Ada beberapa desa yang kita kawal dan akan diminimalisir kejadian yang berpotensi masalah,” ujar Ketua PPK Jabon M Ali Al Mursyid.
Ia mengatakan ada beberapa desa yang memiliki potensi kerawanan pemilih. Misalnya di Desa Besuki yang merupakan korban lumpur. “Secara administrasi penduduknya masih memiliki KTP Desa Besuki. Tetapi sebagian besar sudah pindah tempat tinggal,” katanya.
Penduduk Desa Besuki ini ada yang tinggal di Desa Panggreh dan Dukuhsari, Jabon. Sebagian lagi ada yang pindah di Desa Legok, Gempol, Pasuruan. “Dan yang masih tercatat di Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) sekitar 1.600 pemilih,” lanjutnya.
Selain di Besuki, ada pula Desa Pejarakan, yang juga terkena luapan lumpur. Menurut Mursyid, desa tersebut wilayahnya masih tersisa 1 RW atau 200 pemilih yang masih tinggal dan belum pindah. “Sedangkan sebagian besar sudah berpindah tempat tinggal, di luar Jabon bahkan di wilayah Pasuruan. Di DP4 masih tercatat sekitar 600 pemilih,” ujarnya.
Mursyid mengatakan ada lagi Desa Kupang yang memiliki beberapa dusun yang terpencil dan terpisah sungai, yaitu Dusun Kalialo, Tanjungsari dan Tegalsari. Jarak masing-masing dusun sekitar 1 hingga  2 kilometer”. Jarak inilah yang akan berpotensi pemilih enggan datang untuk mencoblos,” jelasnya.
Masih menurut Mursyid, potensi kerawananan selanjutnya yakni Desa Kedungpandan yang paling luas wilayahnya. Selain itu, jarak antara satu dusun ke dusun yang lain sekitar 3 hingga 5 km. Sedangkan yang terakhir adalah Desa Tambakkalisogo. Desa ini juga terpisah sungai. Mursyid mengatakan desa ini terbagi tiga bagian besar yaitu Dusun Bangunsari di utara sungai yang memiliki sekitar 900 pemilih. Kemudian di selatan sungai ada Dusun Kalisogo dengan 1.000 pemilih, serta di Dusun Bangunrejo sekitar 300 pemilih.
Di desa ini jatah TPS hanya empat. Yang jadi potensi permasalahan jarak antara Kalisogo dengan Dusun Bangunrejo sekitar 4 kilometer. Kalau dipaksakan dengan empat TPS (dua di utara sungai dan dua di selatan sungai), dikhawatirkan pemilih dari Dusun Bangunrejo tidak datang karena jaraknya yang jauh. (mus/jee)

(sb/rek/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia