Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Sidoarjo

Cabut Gigi Atas Mempengaruhi Saraf Mata?

Senin, 27 Nov 2017 07:00 | editor : Lambertus Hurek

Dokter memeriksa gigi seorang anak.

Dokter memeriksa gigi seorang anak. (DOK)

Oleh drg. Dyanita H

Sering kita dengar mitos yang beredar di masyarakat bahwa cabut gigi atas dapat mempengaruhi saraf mata. Hal ini adalah anggapan yang salah. Pencabutan gigi harus dilakukan oleh tenaga profesional, yaitu seorang dokter gigi. Prosedur pencabutan gigi memang menggunakan obat anestesi (bius) untuk menghilangkan rasa sakit sementara. Namun, obat anestesi yang diberikan ditujukan pada saraf yang letaknya berjauhan dengan saraf mata. Sehingga proses pencabutan sama sekali tidak terkait dengan saraf mata.

Berbeda hal-nya dengan infeksi pada gigi rahang atas jika sudah telanjur terjadi komplikasi dapat menjalar ke daerah cekungan bawah mata. Infeksi gigi yang tidak segera diobati akan semakin parah dan dapat timbul nanah. Biasanya komplikasi ini terjadi pada pasien yang juga memiliki riwayat penyakit sistemik seperti diabetes mellitus, gangguan autoimun, Apabila ada nanah yang terkumpul di daerah tersebut akan menekan bagian mata. 

Oleh karenanya, apabila terdapat lubang pada gigi segera untuk diperiksakan ke dokter gigi. Dokter gigi akan menilai kondisi gigi jika kerusakan minimal akan dilakukan perawatan untuk mempertahankan gigi. Sebaliknya, jika kerusakan sudah menjalar ke jaringan penyangga sekitar, gigi harus dicabut untuk menghilangkan sumber infeksi yang dapat menyebabkan komplikasi lebih parah. 

Sebelum dilakukan pencabutan dokter gigi akan memeriksa kondisi umum pasien seperti tekanan darah, suhu badan, dan menanyakan riwayat penyakit sistemik yang berkaitan dengan tindakan pencabutan. Dokter gigi akan menilai kondisi pasien apakah aman untuk dilakukan pencabutan atau tidak. Jika aman akan dilakukan prosedur anestesi sesuai prosedur dan dilakukan pencabutan gigi.

 Perawatan luka setelah cabut gigi juga berpengaruh terhadap kesembuhan pasien. Dokter gigi akan menyampaikan ke pasien hal-hal yang harus dihindari setelah pencabutan gigi seperti tidak boleh merokok, tidak boleh sering berkumur-kumur, tidak boleh tidur menghadap bekas pencabutan dan luka tidak boleh diberi minyak-minyak. Pasien dianjurkan untuk minum obat sesuai petunjuk sehingga luka pencabutan pun akan sembuh sebagai mana mestinya. (*)

(sb/rek/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia