Sabtu, 20 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Industri Furniture Perkuat Pasar di Indonesia Timur

Jumat, 17 Nov 2017 13:40 | editor : Abdul Rozack

PERLUAS PASAR: Direktur Utama PT Chitose International Tbk Dedie Suherlan (dua dari kiri) bersama jajaran direksi sedang menyaksikan sejumlah produk u

PERLUAS PASAR: Direktur Utama PT Chitose International Tbk Dedie Suherlan (dua dari kiri) bersama jajaran direksi sedang menyaksikan sejumlah produk unggulanya di Surabaya, Kamis (16/11). (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Besarnya potensi pasar di Indonesia Timur membuat industri furniture terus melakukan ekspansi pasar ke kawasan ini. Salah satunya PT Chitose Internasional Tbk yang memperkuat market  dengan membangun flagship shop di Surabaya dengan investasi Rp 30 miliar.  

Menurut Dedie Suherlan, direktur utama PT Chitose Internasional Tbk, Surabaya merupakan gate untuk masuk ke Indonesia Timur. Sebab itu, dia yakin dengan dibangunnya flagship shop di Surabaya, market di Indonesia Timur akan bisa ditingkatkan. 

“Pavilon 14 merupakan flagship shop kami yang ketiga. Sebelumnya kami sudah bangun di Jakarta dan Bandung. Kami yakin dengan adanya flagship shop ini market kami di Indonesia Timur akan meningkat,” ujar Dedie Suherlan di Surabaya, Kamis (16/11). 

Dikatakan dia, flagship shop empat lantai tersebut tidak hanya berfungsi sebagai furniture center saja, namun juga sebagai ajang bertemunya para project owner, arsitek, interior desainer. Sebab Pavilon 14 juga dilengkapi dengan ballroom dan  meeting room yang bisa dipakai.  

“Kami ingin penetrasi ke  retail bisnis dan memperluas distribusi di Indonesia Timur. Flagship shop ini wujud janji kami ke publik atas penggunaan dana hasil IPO sekitar 30 persen untuk memperkuat penetrasi pasar melalui pembangunan flagship shop,” tandasnya..

Sementara itu, Timotius Jusuf Paulus, direktur perseroan menambahkan, dia yakin dengan penetrasi market yang dilakukan, kontribusi dari wilayah Indonesia Timur akan terus meningkat. Saat ini dari total sales nasional hingga kuartal ketiga Rp 260 miliar, sekitar 15 persen disumbangkan dari Indonesia Timur. 

“Kedepan kontribusi dari Indoensia Timur akan naik menjadi 25 persen,” kata dia. 

Dia yakin target itu akan tercapai. Pasalnya dengan pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan pemerintah, maka 2-3 tahun lagi pertumbuhan ekonomi di Indonsia Timur akan semakin bagus. Sehingga penyerapan produk Chitose juga ikut meningkat. 

Selain itu, perseroan juga melakukan kerjasama dengan perusahaan Jepang, C Eng Co Ltd. Kedunya sepakat membangun pabrik baru untuk produk matras high end dengan investasi Rp 20 miliar dimana kompisisi sahamnya perseroan 70 persen dan sisanya C Eng Co Ltd. 

Perusahaan baru ini diharapkan akan mulai berproduksi pada kuartal kedua tahun depan. Sekarang tahapan Persiapan legal perusahaan baru. Lahan untuk pabrik sudah disiapkan di Bandung. 

“Dengan kerjasama ini kami ingin produk kami tidak hanya diserap di pasar domestic saja namun juga merambah ke ASEAN, Oceania dan Jepang. Saat ini kami baru mengekspor 10 persen dari total produk yang kami produksi,” tandas Timotius. (fix/hen) 

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia