Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Bank Jatim Syariah Persiapkan Strategi Spin Off

Sabtu, 11 Nov 2017 11:45 | editor : Abdul Rozack

PEDULI PENDIDIKAN: Direktur Operasional Bank Jatim Rudie Hardiono (kiri) menandatangani MoU disaksikan Kepala Dsipendik Jawa Timur Saiful Rachman (ten

PEDULI PENDIDIKAN: Direktur Operasional Bank Jatim Rudie Hardiono (kiri) menandatangani MoU disaksikan Kepala Dsipendik Jawa Timur Saiful Rachman (tengah) dalam acara Penyerahan Bank Jatim Peduli Interactive White Board kepada Dispendik Jatim, Jumat (10/1 (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Bank Jatim Syariah terus mempersiapkan strategi dalam rangka spin off Bank Jatim Unit Usaha Syariah (UUS) pada 2018, Langkah yang dilakukan untuk dapat bersaing di industri perbankan  syariah mendatang, antara lain, pengembangan pasar yang unik dan berbeda dari produk bank konvensional, menambah pasar sasaran, saluran distribusi dan segmen yang lebih variatif. 

Direktur Agrobisnis dan Usaha Syariah Bank Jatim Syariah, Tony Sudjiaryanto, mengatakan strategi pengembangan produk dengan menciptakan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar syariah.

"Fokus Bank Jatim Syariah di tahun 2018 yaitu meningkatkan kualitas sumber daya insani (SDI), IT, kecepatan bisnis proses dan mutu layanan," kata Tony dihubungi Radar Surabaya usai menghadiri acara Penyerahan Bank Jatim Peduli Interactive White Board kepada Dispendik Jatim, Jumat (10/11).

Menurut Tony, di sektor pembiayaan ritel dan mikro, Bank Jatim Syariah akan menjalankan program unggulan yang mengedukasi dan mencetak wirausaha baru dengan pola cluster. Kerjasama tersebut antara lain dengan lembaga di bawah naungan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, serta Pimpinan Wilayah Nadhlatul Ulama Jawa Timur.

Bank Jatim Syariah menetapkan target pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada tahun 2018 sebesar 5,2 persen. Bank Jatim Syariah lebih fokus pada peningkatkan komposisi DPK menjadi CASA (dana murah) sebesar 27-28 persen.  

Dalam rangka mengejar pertumbuhan aset produktif, Bank Jatim Syariah menetapkan rencana bisnis 2018 di sektor pembiayaan sebesar 15-20 persen yang bekerjasama dengan kementerian PU-PR, khususnya terkait perumahan rakyat untuk pembiayaan ke masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan menengah di Jawa Timur.  Secara umum, pembiayaan oleh Bank Jatim Syariah di sektor UMKM, konsumer, dan mikro pra sejahtera sebesar 75 persen. Sisanya, yaitu sebesar  25  persen untuk pembiayaan korporasi  seperti pembiayaan sindikasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) serta membiayai pembangunan Rumah Sakit dan Perguruan Tinggi. 

Sejak dipercaya menjadi BPS BPIH pada 2004, Bank Jatim Syariah terus melakukan pengembangan produk dan senantiasa meningkatkan kualitas layanan kepada calon  jamaah haji. Seiring dengan perpindahan pengelolaan dana haji dari Kemenag ke BPKH, Bank Jatim Syariah telah mempersiapkan produk unggulan yaitu Mudharabah Muqayyadah serta Virtual Account yang sesuai dengan kebutuhan program BPKH. 

"Terkait perkembangan spin off, dokumen pendukung untuk izin prinsip telah diserahkan ke OJK pada 31 Oktober 2017. Diharapkan izin tersebut selesai tahun ini," kata dia. (han/hen)

(sb/han/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia