Kamis, 13 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Sportainment Surabaya

Indonesia Muda Juarai Kompetisi Internal Persebaya

23 Oktober 2017, 15: 04: 33 WIB | editor : Wijayanto

SERAHKAN TROPHY: Presiden klub Persebaya Surabaya, Azrul Ananda (kiri), menyerahkan trophy kepada pemenang kompetisi Kapal Api Persebaya, Indonesia Muda, di lapangan Karang Gayam Surabaya, Minggu (22/10).

SERAHKAN TROPHY: Presiden klub Persebaya Surabaya, Azrul Ananda (kiri), menyerahkan trophy kepada pemenang kompetisi Kapal Api Persebaya, Indonesia Muda, di lapangan Karang Gayam Surabaya, Minggu (22/10). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Indonesia Muda keluar sebagai juara dikompetisi Internal Persebaya.  Klub asuhan Seger Sutrisno ini unggul atas lawannya Pelabuhan III dengan skor 5-3.

Pelabuhan III sempat berhasil menahan imbang 1-1 hingga waktu normal selesai. Meski bermain dengan sembilan pemain, akibat kehilangan satu pemain kartu merah dan satu lagi cedera. Namun, anak asuh Sunas Sulaiman tetap harus mengakui keunggulan Indonesia Muda pada adu penalty.

Dua penendang Pelabuhan III gagal mengeksekusi. Sedangkan empat penendang Indonesia Muda berhasil melesakkan bola. Pelatih Indonesia Muda Seger Sutrisno bersyukur atas juara yang telah ditunggu timnya selama 27 tahun.

Menurutnya, pada pertandingan kali ini, timnya diunggulkan dengan jumlah pemain. Kendati demikian, dirinya merasakan mental bermain anak asuhnya sempat turun dengan tidak kunjung mendapatkan gol.

“Kiper mereka ini istimewa. Kalau tidak bagus, tentu sudah banyak gol. Anak-anak hanya kurang cerdik saja memanfaatkan lebar lapangan. Setelah lawan memakai strategi parkir bus,” ujar Seger setelah pertandingan di Lapangan persebaya karanggayam, Minggu (22/10).

Ditempat yang sama, Asisten pelatih Pelabuhan III Adun Zunaidi mengatakan, persiapan yang dilakukan timnya sebenarnya sudah maksimal. Tetapi kartu merah yang didapatkan timnya membuat rencana dan skema permainan rusak.

Ditambah lagi dengan ditariknya satu pemain akibat cedera. Padahal jatah pergantian sudah habis. “Makanya kami berusaha bertahan,” kata Adun.

Strategi parkir bus pun diakuinya harus diterapkan. Sebab, dalam kondisi seperti itu tidak memungkinkan untuk memainkan skema menyerang. Sembari menunggu mendapatkan keberuntungan mencetak gol.

“Itu murni mental pemain. Kami tahu diri sedikit dibawah mereka. Kita kuatkan dipertahanan, kemudian ada celah, kita serang,” bebernya.

Sementara itu, Presiden klub Persebaya Azrul Ananda mengatakan, sangat mengapresiasi kompetisi yang berlangsung meriah. “Kompetisi internal Persebaya ini lebih banyak penontonnya dibanding kompetisi liga dua lainnya,” kata Azrul sembari tersenyum.

Dirinya pun bangga karena hanya di Surabaya yang paling kosisten menyelenggarakan kompetisi internal. Pastinya, pihaknya bakal segera melakukan evaluasi. Sehingga bisa lebih baik di tahun selanjutnya.

“Tahun ini tahun pertama manejemen kami (mengadakan kompetisi internal,red). Persebaya ini harus bersyukur, klub lain bingung pengkaderan, kita kebanyakan kader. Yang jelas kalau dari segi stok pemain Persebaya tidak akan kehabisan,” pungkasnya.

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia