Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Persona Gresik

Berjuang Lestarikan Batik Tulis

Kamis, 19 Oct 2017 14:53 | editor : Aries Wahyudianto

Siti Zunayah Budiarti

Siti Zunayah Budiarti (Yudhi/Radar Gresik)

Sekretaris Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur Siti Zunayah Budiarti semakin miris dengan kondisi seni batik yang kian terkikis. Banyak yang menganggap batik Yang diproduksi secara instan itu benar sebagai batik yang merupakan karya seni Indonesia. Padahal, proses membatik itulah yang membuat batik memiliki nilai seni.

"Jadi saya sering buat kegiatan dan melakukan pendampingan terkai5 batik tulis, agar semakin banyak yang mengenal dan paham proses produksi," terang Arti.

Perempuan yang juga anggota Asosiasi Perajin Pengusaha Batik Indonesia ini semakin mendalami batik tulis dan mengenalkannya ke masyarakat semenjak tahun 2009, "Waktu itu UNESCO menetapkan Batik sebagai warisan budaya Indonesia, jadi semakin ingin mengenalkan ke khalayak," lanjut Pemilik Griya Batik Gresik ini.

Arti sendiri, mengaku belajar batik tulis secara otodidak. Mengingat sang nenek juga merupakan seorang pembatik, Arti menjadi pengamat dan tertarik melestarikannya. "Saya juga ingin masyarakat Indonesia, khususnya Gresik bisa memiliki produsen batik yang banyak, jadi bukan hanya sebagai konsumen saja," papar dia.

Ia menambahkan, sosialisasinya terkait batik tulis juga ingin meningkatkan nilainya. Selain itu, kiatnya mempertahankan batik tulis juga dilakukan di berbagai jenjanh. Mulai anak-anak SD hingga masyarakat umum. "Berusaha regenerasi terus, supaya batik tidak punah dan ada produsen dan pembatiknya. (est/rof)

w"'>)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia