Rabu, 19 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Tutup Jalan Persawahan, Warga Demo Proyek Tol KLB

10 Oktober 2017, 11: 48: 28 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Aksi warga Desa Bunton

DEMO : Aksi warga Desa Bunton, Kecamatan Kedamean saat memprotes penutupan akses jalan menuju sawah mereka. (YUDHI/RADAR GRESIK)

KEDAMEAN – Puluhan warga Desa Bunton, Kecamatan Kedamean melakukan aksi protes terhadap pembangunan proyek Tol Krian-Legundi-Bunder (KLB). Penyebabnya, proyek tersebut menutup jalan akses menuju area persawahan. Warga menuntut agar kontraktor proyek membuka akses jalan tersebut.

Aksi ratusan warga ini memenuhi jalan akses menuju lokasi proyek. Dengan membawa berbagai poster tuntutan warga, mereka  mendesak agar akses jalan menuju persawahan dibuka. "Kami meminta kontraktor membuka jalan karena mengganggu warga yang hendak menuju sawah," teriak Koordinator Aksi Khoiri, kemarin.

Menurut dia, sebelumnya sudah ada perjanjian, agar akses ke ladang tidak diputus. Namun, ternyata setelah berjalan kontraktor proyek menutup akses tersebut. "Para petani yang hendak ke sawah harus memutar lebih jauh dari biasanya karena ditutup kontraktor," kata dia.

Diterangkan, akibat pemutusan akses lahan juga menyebabkan banjir. Sebab, air tidak bisa mengalir ke areal persawahan yang lainnya. "Selain itu, juga tidak ada irigasi untuk mengatur aliran air," ungkapnya.

Selain itu, proyek tol tersebut juga menimbulkan polusi debu. Sebab debunya bisa masuk ke rumah warga, masjid dan sekolah. Jika tidak segera ditindaklanjuti warga akan terus menderita lantaran polusi debu tersebut. "Apalagi proyek rencananya akan berlangsung selama tiga tahun," terang dia.

Dalam aksi ini, warga minta kompensasi terkait kerugian akibat gangguan kenyamanan, kesehatan kepada penyelenggara proyek. Warga jugs meminta trowongan, supaya akses jalan menuju ladang tidak jauh. "Kalau tidak ditanggapi warga akan kembali demo dengan jumlah massa aksi yang lebih besar," pungkas dia.

Menanggapi hal ini, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) 8 Jatim I Ketut Darmawahana mengatakan pihaknya bakal menindaklanjuti tuntutan warga. Pihaknya bakal berkoordinasi dengan kontraktor terkait permasalahan ini. "Iya, nanti kami tindaklanjuti terkait protes dari masyarakat," ujarnya singkat. (rof/ris)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia