Sabtu, 20 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Ikan Surimi Dibatasi, Industri Kelimpungan

Rabu, 04 Oct 2017 09:53 | editor : Aries Wahyudianto

Pasokan ikan surimi terbatas

TERBATAS : Pasokan ikan surimi yang terbatas membuat industri pengolahan ikan kebingungan penuhi permintaan. (YUDHI/RADAR GRESIK)

KEBOMAS - Terbatasnya pasokan ikan surimi membuat industri pengolahan ikan di Gresik kelimpungan. Mereka khawatir tidak mampu memenuhi permintaan ikan olahan sehingga kehilangan pasar.

Presiden Direktur PT Kelola Mina Laut (KML), Mokh Najikh mengatakan, pihaknya berusaha bertahan memenuhi permintaan negara pengimpor olahan ikan surimi. Kendati pasokan ikan surimi dari nelayan tangkap terbatas, dia berusaha memenuhinya.

“Bagaimanapun caranya kami akan tetap dan terus survive untuk memenuhi pasokan Surimi ini,” ujar Najikh disela-sela menghadiri Wisuda XXXI Universitas Muhammadiyah Gresik, akhir pekan lalu.

Direktur Operasional PT Kelola Mina Laut (KML), Zainul Masik, menjelaskan, saat ini bahan baku ikan surimi masih di bawah kapasitas pabrik. Yakni sekitar 65 persen. “Kapasitas produksi kami mencapai 40 ton hingga 50 ton per hari. Dari jumlah itu pasokan ikan surimi masih 65 persen,” imbuhnya.

Dikatakan, bahan baku yang kurang membuat harga menjadi naik hingga Rp 9.000 per kilogram. Sebelumnya harga ikan surimi berkisar antara Rp 7.000 per kg. Kurangnya bahan baku juga membuat industri kecil tidak dapat bersaing dengan industri besar.

“Meskipun terbatas, saat ini bahan baku sudah mulai membaik. Sebab, ada toleransi penggunaan jala cantrang hingga akhir 2017,” terangnya.

Dijelaskan, industri surimi menjadi salah satu industri pengolahan ikan untuk ekspor. Sebanyak 70 persen dari total produksi surimi dipergunakan untuk ekspor. Saat ini produk surimi asal Indonesia masih dapat bersaing dengan negara lain. Namun harga surimi Indonesia masih mahal. Hal tersebut disebabkan oleh mahalnya biaya produksi.

Terpisah, General Manajer PT Indu Manis Gresik, Ani Aristin mengatakan, surimi selama ini banyak menjadi bahan baku andalan industri pengolahan ikan. Hal ini dikarenakan bahan ikan ini dapat dijadikan pasta atau adonan ikan yang kemudian di jual untuk diolah menjadi makanan.

“Ikan yang digunakan dalam Surimi biasanya ikan berukuran kecil. Besarnya hanya sekitar 3 sampai 4 jari. Oleh karena itu banyak industri yang mengaku cocok menangkap ikan tersebut dengan menggunakan cantrang,” katanya.

Ani mengakui, surimi memiliki potensi pasar yang cukup besar. Saat ini produksi Surimi di ekspor ke beberapa negara seperti Jepang, China, Malaysia, Singapura, dan Taiwan. “Terhambatnya produksi Indonesia saat ini membuat India, saingan Indonesia, masuk ke pasar tersebut,” tandasnya. (fir)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia