Kamis, 13 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Persona Sidoarjo
Kombes Pol Himawan Bayu Aji,S.H., S.I.K., M.H

Berdiri saat Ingin Dilihat, Bersuara ketika Ingin Didengar

23 September 2017, 19: 38: 41 WIB | editor : Abdul Rozack

Kombes Pol Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H, Kapolresta Sidoarjo

Kombes Pol Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H, Kapolresta Sidoarjo (Dokumen Radar Sidoarjo)

Selalu berusaha menjadi diri sendiri, menjadi prinsip yang dipegang teguh oleh Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H. Dengan tetap menggunakan prinsip tersebut, ia dipercaya Kepolisian Republik Indonesia untuk menjabat Kasubdit IT dan Cyber Crime Ditipideksus Bareskrim Polri hingga akhirnya menjabat sebagai Kapolresta Sidoarjo sekarang ini. Berikut petikan wawancara jurnalis Radar Sidoarjo Guntur Irianto dengan polisi yang baru sekitar tiga bulan menjabat Kapolresta Sidoarjo ini:

Bagaimana kesan Bapak saat  pertama kali ditunjuk sebagai Kapolresta Sidoarjo?

Saat pertama kali mendapat kepercayaan tersebut yang pertama kali saya lakukan ialah menganalisa dan mengenal Sidoarjo. Salah satunya dengan melihat teritorial serta berbagai aspek mengenai kabupaten ini. Baik dari literatur maupun dari sumber-sumber yang lain, misalnya melalui teman yang pernah bertugas di sini (Sidoarjo, Red).

Dokumen Pribadi

Dokumen Pribadi (Dokumen Radar Sidoarjo)

Lalu, apa yang Bapak lakukan setelah itu?

Sebenarnya, beberapa rencana kerja sudah saya rancang sebelum menjabat. Tentunya, rencana kerja ini akan terus berkembang mengikuti kondisi seperti sekarang ini. Apalagi, saya menjadi pimpinan yang berpangkat Kombes kedua setelah Pak Anwar Nasir (Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir, S.I.K., M.H, Kapolresta Sidoarjo sebelumnya, Red) sehingga ada beberapa yang memang perlu dipersiapkan terkait kenaikan tipologi Polresta Sidoarjo ini.

Selama ini bagaimana dengan anggota Polresta Sidoarjo menurut Bapak?

Saya selama ini menganggap semua anggota Polresta Sidoarjo sebagai rekan kerja saya. Rekan kerja yang saling membantu dan bahu- membahu untuk memajukan Polresta Sidoarjo. Saya mengibaratkan Polresta Sidoarjo sebagai organisasi yang butuh kerja sama anggotanya untuk bisa bersama dengan tujuan yang sama memajukan organisasi ini (Polresta Sidoarjo, Red) tentunya kepolisian pada umumnya.

Bentuk kerja sama yang selama ini terjalin seperti apa?

Setiap ada kesulitan dalam melaksanakan tugas, anggota selalu saya tanya apa kesulitannya. Apa yang dibutuhkannya untuk bisa membuat mereka lebih baik lagi dalam melaksanakan tugas. Saya ajak tukar pikiran, memberikan mereka masukan-masukan untuk bisa memecahkan persoalannya. Sehingga rasa memiliki dan tanggung jawab pada instansi Polri tetap ada.

Apakah ada perbedaan yang dirasakan saat menjabat Kapolresta Sidoarjo dengan dulu sebagai Kasubdit IT dan Cyber Crime Ditipideksus Bareskrim Polri?

Jelas ada. Dari segi kewilayahan saja sudah berbeda dan hal yang ditangani juga berbeda. Dulu saya hanya berkonsentrasi pada satu bidang, IT dan cyber crime saja. Namun, saat sekarang menjabat Kapolresta Sidoarjo masalahnya lebih kompleks dan bersifat kewilayahan. Tapi, ini sudah saya persiapkan  sebelumnya. Apalagi, Sidoarjo ini sebagai kota penyangga Surabaya. Banyak warga yang bekerja di Surabaya, tapi tinggalnya di Sidoarjo. Selain itu, banyak kegiatan yang dilaksanakan di sini. Ditambah lagi bandara masuk wilayah Sidoarjo juga, sehingga menuntut saya lebih siaga lagi.

Apakah banyaknya kegiatan di Sidoarjo menyulitkan Bapak membagi waktu dengan keluarga?

Sebenarnya keluarga saya sudah tahu bagaimana tugas polisi. Apalagi saat ini menjabat sebagai Kapolresta Sidoarjo. Protes dari anak, pasti ada. Biasanya mereka berharap orang tuanya hadir di sekolah pada saat-saat tertentu, seperti penerimaan rapor. Meski sibuk, saya berusaha untuk menyempatkan datang. Meskipun istri saya dulu, baru saya menyusul. Yang penting bisa membuat anak saya bahagia.

Apa arti keluarga bagi Bapak?

Bagi saya, keluarga adalah segala-galanya. Mereka adalah tempat saya berdiskusi terhadap berbagai permasalahan. Ketika kita jatuh terpuruk, yang selalu ada adalah keluarga. Makanya, jika memang saya tidak bisa pulang ketika waktunya pulang, selalu saya sempatkan bertemu di suatu tempat untuk sekadar makan bersama. Biasanya di sini saya berdiskusi dan meminta masukan mereka. Intinya komunikasi yang efektif.

Moto hidup Bapak sendiri apa?

Saya bersyukur polisi ini bisa mengubah hidup saya lebih baik. Kepolisian tetap menjadi idola bagi saya. Rasa syukur saya, saya wujudkan dengan bekerja yang baik dengan kredibilitas dan integritas yang baik pula. Intinya jadi diri sendiri. Kalau memang ingin dilihat, ya berdiri. Kalau ingin didengar, ya bersuara. Kapan bersuara lantang dan tidak itu disesuaikan. Namun, meski begitu tidak asal berdiri dan bersuara. Harus didasari kredibilitas dan integritas.

(sb/rek/jek/JPR)

Rekomendasi Untuk Anda

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia