Minggu, 16 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Mencoba Masker Kepompong Non Ulat Sutra

12 September 2017, 10: 56: 02 WIB | editor : Aries Wahyudianto

SEGAR: Salah satu pasien saat menggunakan treatment dengan masker kepompong yang terbilang unik.

SEGAR: Salah satu pasien saat menggunakan treatment dengan masker kepompong yang terbilang unik. (ESTI/RADAR GRESIK)

KOTA – Kepompong ulat sutra telah dikenal manfatnya sebagai masker wajah kaum hawa. Harganya yang relatif mahal, memunculkan alternatif penggunaan kepompong selaian ulat sutra. Cara inilah yang mulai berkembang di Gresik. “Selain unik dan baru, jenis ini bisa menumbuhkan kembali  atau regenerasi sel-sel kulit yang mati, tak terlalu mahal dibanding pompong sutra sebelum-sebelumnya,” jelas dokter kecantikan Klinik Erde Vitia Tandy.

 Menurutnya, di Gresik banyak wanita karir yang membutuhkan sentuhan berbeda pada wajahnya. Hampir 70 persen penggunanya, disebut Vitia berusia dewasa muda. “Sebab, aktifitas dan mobilitas akan semakin tinggi saat menginjak usia 20 tahun ke atas,” sebutnya.

 Bedanya, kepompong bisa digunakan secara langsung  dan bersentuhan dengan muka pasien. Tentunya setelah melalui beberapa tahap. Sejenak, pasien akan merasakan kulit sedikit sakit dengan sentuhan kepompong yang kurang halus. “Terlebih untuk yang bukan jenis sutra terbaru ini,” terangnya.

Pemakaiannya pun tidak terlalu sulit. Kepompong yang masih kering, direndam dengan air panas terlebih dahulu agar kandungan di dalamnya bisa keluar. ”Kemudian dipakai pada jari dan dipijatkan perlahan ke wajah hingga merata,” paparnya.

Awalnya kepompong tersebut berwarna putih bersih. Setelah dilakukan pemijatan dengan merata, akan terlihat langsung kotoran pada wajah yang terangkat. ”Jadi bisa terlihat hasilnya,” tutur Vitia. Masker ini diminati oleh perempuan produktif dan karir, sebab jenisnya dinilai kurang cocok dipakai oleh orang tua. Terutama mereka yang berusia diatas 50 tahun. ”Karena kulitnya sudah kendor. Jadi nanti hasilnya tidak akan maksimal,” katanya.

Dijelaskannya, kepompong memang efektif untuk regenerasi kulit wajah. Sebab ada kandungan asam amino dan tinggi protein. Disebutkannya, jumlah asam amino dan kandungan PH-nya hampir mirip dengan struktur kulit manusia. Termasuk mengandung lapisan anti bakteri. Kandungan protein sendiri, sangat berguna untuk melembutkan kulit wajah. Hasilnya, wajah akan terlihat lebih berkilau. “Karena kotoran dan flek yang merusak tampilan wajah akan terangkat,” lanjutnya.

 Sementara itu, Shailla Rahmatika, 24, salah satu yang menyukai treatmen dengan masker. Aktifitasnya memang banyak di luar, sebagai marketing membuat Shailla harus ulet merawat wajahnya. Paparan cahaya matahari, dinilainya sebagai salah stau pengaruh kuat banyaknya flek hitam dan berbagai masalah kulit wajah karena membutuhkan regenerasi. “Selain itu, bentuk kepompong yang unik menjadi sensasi baru saja,”  terang perempuan asal Suci ini.

 Selain itu, ia mengatakan bahwasanya fungsi kepompong ini bisa dijadikannya sebagai pelembab. ”Juga bisa mengontrol minyak berlebih di wajahku ini,” imbuhnya. (est/rtn)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia