Senin, 10 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik
PERLINDUNGAN ANAK

Dampingi Korban Kekerasan

02 September 2017, 09: 38: 43 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Setya Pambudi

Setya Pambudi (Dok/Radar Gresik)

KENDATI kasusnya sudah diselesaikan oleh pihak sekolah dan Polsek Kedamean, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) siap memberi pendampingan kepada korban. Kekerasan itu menimpa Robbyan Syahibra, siswa kelas VII MTs Ihyaul Ulum Dafa.

“Tapi kami sudah bersiap melakukan pendampingan, namun tetap menunggu hasilnya,” jelas Sekrewtaris P2TP2A Gresik Winarti.

Menurutnya, kekerasan pada anak di lingkungan sekolah saat ini kerap ditemui. Sebab itu, anak yang terlibat dalam perkara ini harus mendapat perlindungan. Mengingat usianya masih menginjak 12 tahun. “Karena bila dibiarkan tanpa pendampingan, bisa bermasalah dengan keberlanjutan pendidikan dan hal lain terkait kebutuhannya,” ungkapnya.

Pendampingan yang akan dilakukan pihaknya nanti, berkaitan dengan pendampingan psikologis. Sebab, anak yang terlibat dalma kasus, akan mendapat tekanan dari berbagai arah. “Terlebih, pendampingan nanti juga berujunug pada penyelesaian masalah yang tidak membuat anak dirugikan, khususnya dip roses belajar mengajarnya,” lanjut perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Perlindungan Perempuan, Anak dan Pengarusutamaan Hak Anak tersebut.

Sekretarus Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPP&PA) Agus Setya Pambudi menjelaskan, pihaknya telah menyusun teknis pendampingan. Meski belum ada agenda resmi, namun tetap aka direalisasikan semabri menunggu hasil. KJarena perkara sudah masuk ke kepolisian. “Yang pasti ada pendampingan setelah ada kabar,” imbuhnya. (est/ris)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia