Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Surabaya Jadi Percontohan Mal Pelayanan Publik

Minggu, 06 Aug 2017 11:00 | editor : Abdul Rozack

DISKUSI: Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan Diah Natalisa (tengah) bersama Sekretaris Kota Surabaya, Hendro Gunawan (kanan) saat memantau kondisi mal pelayanan publik di Siola, Sabtu (5/8).

DISKUSI: Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan Diah Natalisa (tengah) bersama Sekretaris Kota Surabaya, Hendro Gunawan (kanan) saat memantau kondisi mal pelayanan publik di Siola, Sabtu (5/8). (BAGUS PUTRA PAMUNGKAS/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Surabaya diminta untuk segera menerapkan konsep mall pelayanan publik. Pasalnya, Kota Buaya akan dijadikan percontohan konsep mal pelayanan publik secara nasional.

Hal itu ditegaskan oleh Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan), Diah Natalisa di sela kunjungannya di Gedung Siola Surabaya, Sabtu (5/8). 

Menurutnya, Surabaya dipilih karena wali kotanya sudah memiliki komitmen untuk membangun mal pelayanan publik. "Itu terbukti dengan adanya Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA)," ujarnya 

Menurutnya, harusnya Surabaya menjadi pilot project bersama Jakarta. "Tapi Jakarta belum bisa menerapkan. Soalnya Oktober nanti kan ada pergantian gubernur," lanjutnya. 

Karena itu, Diah menambahkan, Surabaya akan menjadi satu-satunya percontohan nasional. Dipilihnya Surabaya sebagai pilot project adalah hal yang tepat. Pasalnya, sebagian besar konsep yang dipraktikkan selaras dengan keinginan, pemikiran, dan visi misi dari Kemenpan. "Saya berharap agar penerapan mal pelayanan publik segera terwujud," ujar dia.

Selain itu, torehan prestasi Surabaya dari segi pelayanan terhadap masyarakatnya juga menjadi pertimbangan. "Tahun 2014 saat kami menggagas kompetisi inovasi pelayan publik, Surabaya berhasil mendapat apresiasi Top 9 dengan meluncurkan Surabaya Single Window (SSW)," ungkapnya.

Di tempat sama, Sekretaris Kota Surabaya Hendro Gunawan mengatakan, konsep mal pelayanan publik sebenarnya sudah jalan. Namun, masih belum sempurna. "Kita masih harus menambah satu atau dua layanan perizinan lagi agar lebih komprehensif," jelasnya.

Untuk mewujudkannya, Hendro mengatakan, pemkot akan segera menyiapkan segala infrastruktur. Termasuk dalam menunjang dari segi SDM dan integrasi sistem. "Kita sudah mengintegrasikan sistem, kemudian dari SDM sudah dilakukan pelatihan-pelatihan termasuk penyiapan operator dan insya Allah dalam waktu dekat ini sudah berjalan," kata dia.

Selain itu, lanjut Hendro, pihak Pemkot juga sudah memiliki konsep dan desain seperti layanan berbentuk food court di lantai atas, kemudian untuk co-work space sudah disiapkan. "Jadi tidak hanya layanan tetapi juga cakupan layanan yang lain termasuk pemenuhan kebutuhan pemohon," pungkas Hendro.

(sb/gus/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia