Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Beras Jelek Meluas di 3 Desa

Kamis, 03 Aug 2017 08:01 | editor : Aries Wahyudianto

TIGA DESA : Penerima rastra buruk meluas hingga di tiga desa di Kecamatan Balongpanggang.

TIGA DESA : Penerima rastra buruk meluas hingga di tiga desa di Kecamatan Balongpanggang. (YUDHI/RADAR GRESIK)

BALONGPANGGANG - Warga miskin penerima beras sejahtera (Rastra) tidak hanya terjadi di Desa Dapet. Tiga desa lainnya di Kecamatan Balongpanggang Gresik juga mengalami hal serupa. Ratusan karung rastra berisi 15 Kg beras Bulog kualitas rendah ramai-ramai dikembalikan ke balai desa.

Ketiga desa penerima beras jelek itu masing-masing Desa Kedungpring, Desa Wahas dan Desa Wonorejo. Kepala Desa Wahas Kecamatan Balongpanggang, Muhammad Supriyadi mengatakan, awalnya dia tidak mengetahui apabila beras yang di diterima tidak layak dimakan. Dia justru tau informasi tersebut dari koran yang dia baca setiap pagi.

“Begitu ada ramai-ramai di media, saya berinisiatif untuk membuka karung beras yang kemarin di distribusikan ke desa. Setelah saya buka, ternyata kondisi berasnya juga sama, berwarna kuning, bau dan banyak kutunya,” ujarnya.

Melihat hal tersebut, Supriyadi lantas melaporkan hal ini ke kecamatan. Dia memerintahkan aparatur desa untuk tidak membagikan berasnya ke masyarakat.

“Saya minta pak Sekdes untuk menahan beras ini di kantor. Sambil menunggu gantinya. Saya tidak mau di komplain masyarakat,”imbuhnya.

Sementara itu, di Desa Wahas, total penerima jatah Raskin sebanyak 113 Kepala Keluarga (KK). Masing-masing KK mendapatkan 15 Kg.  “Sesuai jatah pemerintah setiap KK mendapatkan 15 Kg rastra atau satu sak. Namun ada beberapa sak yang kami timbang beratnya hanya 14 kg,” tandas Supriyadi.

Terpisah, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Hamzah Takim meminta bulog memeriksa jatah Rastra di semua desa di Balongpanggang. Sebab, informasi yang masuk kepada politisi partai Golkar tersebut sedikitnya ada 6 desa di Kecamatan Balongpanggang yang mengalami kondisi serupa.

“Sementara yang sudah laporan ke saya ada Desa Kedungpring, Desa Wahas dan Wonorejo. Setelah saya cek dilapangan, semua kondisinya buruk,”ungkap Anggota Komisi III DPRD Gresik itu.

Dia juga berencana untuk melaporkan hal ini kepada pimpinan DPRD Gresik. Hamzah berharap ketua dewan memberikan rekomendasi kepada komisi yang menangani persoalan ini agar memanggil Kepala Dinas Pertanian Gresik, Kepala Bagian Kesejahteraan Setda Pemkab Gresik dan beberapa pihak yang terlibat.

“Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan. Walaupun ini bantuan, masyarakat juga nantinya yang dirugikan,”tegasnya. (fir/ris)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia