Radar Surabaya

Didik Anak untuk Tolong Menolong dengan Bertukar Bingkisan

 

Bingkisan yang berisi kue dengan kemasan yang menarik itu dibagikan ke teman-temannya sebaya. Sebagian bertukar bingkisan atau saling memberi. Tradisi ini telah berlangsung sejak dahulu meski saat ini telah berkurang.

Warga Sangkapura Himmatus Syarifah mengatakan tradisi malam 21 dengan menghantarkan makanan termasuk budaya yang semakin tergerus. "Sejak kecil, saya selalu menantikan saatnya malam 21 bulan ramadhan. Ibuku selalu mengingatkan,  jangan sampai budaya "tolong tolongan" ini hilang di keluarga kita,"katanya.

Seiring perkembangan jaman kue yang dulu unik dan imut, berganti dengan makanan ringan yang penuh dengan pengawet. "Ibuku selalu berkata,  bahwa tolong-tolongan ini mengajari anak-anak untuk terbiasa bersilaturrahim sambil membawa sedikit kue, dan tentunya mengajari juga agar ikhlas, serta menerima pemberian orang lain,"ujarnya.

Lebih lanjut Kepala MTs Umar Mas'ud berpendapat  tolong menolong ini budaya yang terus di pertahankan,  sambil mengajari anak-anak bersosialisasi dengan teman yang lain.Chairil Anwar menyatakan silaturahmi dan bersedekah yang ditanamkan sejak dini dalam edukasi mentradisi. Dengan segala daya ini musti dipertahankan. "Mari kita mutlakkan sebagai tradisi,"ajaknya.

Mengenal budaya manapun baik bila dengan kontrol pengetahuan yang luas dan mendalam.  "Jangan sampai terjadi aborsi budaya.  Mengaku akan melestarikan budaya, namun justru mengkerdilkannya,"harapnya. (bst/rtn)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar