Radar Surabaya

 Kelompok seni Cager Gresik mencoba membangkitkan kembali geliat seni sastra, khususnya untuk pelajar. Melalui tadarus budaya, mereka  menampilkan bakat pelajar, seniman hingga budayawan melalui seni

PENGGIAT sastra, budaya hingga para pelajar mendapat wadah untuk mengeksplorasi diri. Kegiatan tadarus budaya yang digelar Cager Gresik memberi kesempatan bagi mereka untuk berkreasi. Seperti yang dilakukan puluhan seniman sekaligus sastrawan saat memadati launching antologi puisi dari 15 penulis asal Gresik tersebut.

Pertunjukan sastra ini dikemas dengan menarik oleh masing-masing seniman. Mulai dari musikalisasi puisi, pembacaan puisi, bedah antologi puisi, teater hingga sinema puisi.  “Dari wadah ini, diharapkan bisa semakin mewarnai kesenian masyarakat Gresik,” ujar terang Sri Wahyuni, Pembina Cager Gresik.

Dikatakan, geliat seni sastra di Gresik terasa betul di era 1995. Dia ingin membangkitkan kembali semangat berproses itu.

Penampilan seniman yang didominasi pelajar ini mampu menarik perhatian masyarakta umum. Seperti penampilan pembuka dari gabungan pelajar dalam komunitas Musikalisasi Puisi (Mupus) Sacitaka. Mereka menampilkan puisi dengan aransemen music yang menarik.

Sementara itu,  salah satu seniman sekaligus pemusik di bidang sastra Djarir Sururi menuturkan, sastra untuk pelajar harus dikemas semenarik mungkin. Salah satunya kolaborasi kemampuan music mereka dengan puisi. Pembina Komunitas Mupus Sacitaka ini berharap, para pelajar bisa memiliki banyak wada untuk eksplor diri. “Bentuk apresiasi seperti ini bisa membuat mereka semakin kreatif dalam mengemas sastra senyaman mereka dan bisa dinikmati banyak masyarakat,” jelas sastrawan perempuan ini.

Ketua Kelompok Seni Cager Bambang Tohir menjelaskan, kegiatan ini bentuk apresiasi masyarakat dalam tadarus budaya ini bisa membangkitkan masyarakat. Khususnya, pelajar yang merupakan anak muda untuk aktif berkarya dalam sastra. Buku berjudul dalam doa yang tak pernah selesai yang dilaunching diharapkan bisa memotivasi para pelajar dalam memproduksi puisi karya sastra. “Dari kegiatan tahunan ini, anak muda bisa belajar tentang sastra hingga berkarya dan mempertunjukkannya,” jelas dia.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar