Radar Surabaya

PMI Musnahkan 30 Kantong Darah Per Bulan

KOTA-Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Sidoarjo memusnahkan 30 kantong darah setiap bulan. Hal itu dilakukan karena 30 kantong darah tersebut reaktif. Artinya, terinfeksi penyakit menular. Kantong darang tersebut tidak boleh disimpan apalagi didistribusikan.

Manajer Kualitas UTD PMI Sidoarjo M Asyik Yusak mengatakan, dari 3 ribu kantong darah yang diterima PMI setiap bulan, 1 persennya biasanya terinfeksi penyakit menular. “Hal ini diketahui saat proses screening yang dilakukan sebelum darah diolah,” ujar Yusak , Minggu (18/6). 

Dia melanjutkan, ada 4 jenis infeksi menular lewat transfusi darah (IMLTD) yang dites melalui proses screening tersebut. Yaitu sipilis, HIV, Hepatitis B, dan Hepatitis C. Dari keempat jenis IMLTD tersebut, Yusak menyebutkan yang paling mendominasi adalah penyakit Hepatitis B. “50 persen dari puluhan kantong darah yang dimusnahkan itu adalah hepatitis B,” kata Yusak.

Meski ada banyak temuan kantong darah yang reaktif, Yusak berharap masyarakat dan penerima donor darah tidak takut ataupun resah. Dia memastikan, sebelum melakukan donor darah, setiap pendonor harus melakukan sejumlah tes terlebih dahulu. 

Selain itu, sebelum didistribusikan, stok darah yang ada di PMI telah melalui tahap screening infeksi menular lewat transfusi darah. Sehingga darah yang diberikan ke pasien benar-benar steril dari berbagai macam penyakit. "Kalau ada yang terinfeksi ya kami musnahkan," imbuhnya.

Yusak menjelaskan, kebanyakan pendonor tidak mengetahui bahwa dirinya terinfeksi penyakit menular. Setelah hasil screening darah keluar, pihaknya memanggil pendonor yang terinfeksi tersebut untuk memberitahu hasilnya. Pendonor yang terinfeksi pun tidak diperbolehkan untuk mendonorkan darahnya lagi. (nis/jee) 


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar