Radar Surabaya

Kalap Belanja, Jelang Lebaran

Ada istilah jika menjelang Lebaran maka masjid sepi, sementara pusat perbelanjaan makin ramai. Sebab, sudah jadi tradisi jika Lebaran maka semuanya harus baru. Tidak hanya baju. Kalau perlu, handphone, perhiasan, bahkan mobil pun semuanya harus gres. Orang-orang pun jadi kalap belanja.

UMI HANY AKASAH

-------------------------

Wartawan Radar Surabaya

Sepekan menjelang Lebaran, pusat perbelanjaan di Surabaya mulai diserbu. Jalanan di sekitar mal, seperti depan Royal Plaza Surabaya dan sekitar jalan menuju Tunjungan Plaza Surabaya atau mulai Jl Basuki Rahmat macet parah. Parkiran juga penuh dan sesak sampai warga sekitar membuka jasa penitipan motor untuk menampung pengunjung yang tidak mendapatkan tempat parkir di mal.

Ketua DPD APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia) Jawa Timur, Sutandi Purnomosidi mengatakan dua minggu setelah puasa,  penjualan produk di seluruh peritel di Surabaya naik sampai 40 persen. Terlebih, usai THR turun pada 15 Juni lalu, masyarakat kian rajin ke pusat perbelanjaan. Baik yang modern maupun tradisional untuk memenuhi kebutuhan belanjanya. 
"Season Ramadan ini bagi peritel dan mal memang masa panennya. Apalagi, Lebaran kali ini bersamaan dengan tahun ajaran baru," kata Sutandi. 
Seperti sebuah tradisi, lanjut Sutandi, momen Lebaran masih identik dengan semua barang baru. Tak berbeda dengan di negara Barat, momen tertentu seperti Natal dan Thank Giving Day menjadi waktu untuk berbelanja besar-besaran.

1
2
3
4

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar