Radar Surabaya

Jatim Siap Lima Hari Sekolah untuk SMA/SMK

SURABAYA-Rencana Menteri Pendidik dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy yang akan memberlakukan sekolah cuma berlangsung lima hari langsung ramai diperbincangkan masyarakat. Dinas Pendidikan Jawa Timur turut memberikan tanggapan positif terkait hal ini.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim Saiful Rachman mengungkapkan, bila rencana tersebut terealisasi, tak begitu menjadi persoalan bagi jalannya pendidikan di jenjang SMA maupun SMK. Pasalnya jam pelajaran yang tidak jauh berbeda sudah cukup lama dilaksanakan di Jatim.

"Di Jatim, para pelajar SMA/SMK pulang sekolah pukul 15.00. Hal itu sudah menjadi keseharian. Jadi saya kira tidak terlalu masalah bagi kami," ujarnya.

Menurut Saiful, sekolah lima hari menurutnya memang cocok diterapkan untuk siswa SMK. Pasalnya, hal tersebut untuk mempersiapkan siswa menghadapi jam kerja delapan jam di dunia kerja ke depan. Sedangkan untuk siswa SMA juga bisa dimanfaatkan untuk menambah pengayaan wawasan atau persiapan masuk perguruan tinggi.

Meski tidak secara gamblang menyatakan setuju, namun Saiful menilai anak didik khusus SMA dan SMK sudah siap. “Kalau SMA dan SMK tidak masalah, apalagi ini bisa dimanfaatkan untuk mereka menyesuaikan jam kerja di perusahaan yang pulang jam 16.00 misalnya,” ujarnya pada , Rabu (14/6).

Apalagi, di Jatim tidak banyak sekolah yang pararel. Kalau pun sekolah yang digabung dengan diniyah juga tetap bisa berjalan. Apalagi diniyah termasuk pendidikan karakter. Kalau di kepulauan, sekolah SMA dan SMK juga menyesuaikan standarnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar