Radar Surabaya

Pelaku Siapkan Rekening Khusus Tampung Hasil Pungli BPN

Surabaya - Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Satreskrim Polrestabes Surabaya terus menggali fakta terhadap kasus pungli yang ada di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya II. Dari hasil pendalaman itu, penyidk mengetahui jika praktik tercela itu sudah berjalan lama bahkan sudah menjadi budaya, khususnya di seksi pengukuran.

Kasat Reskrim Polretabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Shinto Silitonga mengungkapkan bahwa indikasi jika praktik pungli tersebut sudah berlangsung lama setelah pihaknya mengamankan satu buah rekening khusus yang digunakan oleh para pelaku untuk menyimpan hasil pungli tersebut.

"Sehingga kami melihat pungli ini sudah diorganisir sedemikian rupa oleh para pelaku," ungkap AKBP Shinto, Minggu (11/6).

Dia menjelaskan, awalnya praktik pungli tersebut hanya dilakukan oleh seorang saja dan dana hasil pungli dikelola oleh BPN. Namun karena sudah terbiasa dan menjadi budaya, aksi mereka semakin berani dengan membuat rekening khusus penampungan tersebut.

"Sehingga jika ada pemohon yang ingin meminta kepada petugas untuk melakukan pengukuran atau pengurusan surat, maka pemohon harus membayar dua kali. Yakni kepada negara dan mentransfer uang ke rekening khusus itu," lanjut Shinto.

Lebih lanjut perwira asal Medan itu mengatakan bahwa besaran yang diminta oleh para pelaku kepada pemohon sangat variatif. Hal itu tergantung pada luas tanah yang harus diukur oleh petugas. Namun berdasarkan hasil rekapan rekening khusus yang mengatasnamakan Bayu Sasmito itu, polisi mengetahui jika saldo yang masuk antara Rp 8 juta hingga Rp 30 juta.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar