Radar Surabaya

141 Jembatan Timbang Dialihfungsikan Jadi Rest Area

JAKARTA --- Kementerian Perhubungan akan mengalihfungsikan 141 jembatan timbang di seluruh indonesia menjadi rest area (tempat peristirahatan) pada musim mudik lebaran 2017 ini. Selain ketersediaan tempat parkir yang luas, juga tersedia toilet portable, klinik, hingga ruang anak dan ibu menyusui. Pemerintah juga sudah meminta kepada pengelola Tol Trans Jawa yang berada di kawasan pantura untuk menambah jumlah rest area demi kenyamanan pemudik, termasuk jalur tol yang belum dioperasikan tapi sudah dapat difungsikan. “ini merupakan upaya-upaya yang dilakukan pemerintah demi kenyamanan masyarakat yang akan musik ke kampung halaman “ kata Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto saat melakukan peninjauan di Terminal Harja Mukti Cirebon dan Jembatan Timbang Losarang, Indramayu (9/6). Diakui oleh Pudji, ini bukan tahun pertama jembatan timbang dijadikan rest area. Tahun-tahun sebelumnya jembatan timbang juga di jadikan rest area karena pada H-7 hingga H+7 kendaraan besar yang biasa mengangkut barang dilarang beroperasi. Hanya saja fasilitas yang tersedia di jembatan timbang saat ini lebih nyaman karena situnjang oleh sejumlah fasilitas yang sebelumnya tidak tersedia. “Silahkan manfaatkan fasilitas yang tersedia,” ujar Pudji. Melihat pengalaman tahun lalu, dimana di tengah tol tetjadi kemacetan yang parah, nantinya di rest area bukan hanya tersedia tempat beristirahat tapi juga pusat keaehatan, bengkel dan penjual BBM secara eceran. Dengan difungsikannya jembatan timbang sebagai rest area dan penambahan rest area di sepanjang jalan tol, maka akan ada tambahan sekitar 70 persen rest area dibandingkan tahub sebelumnya. Dengan adanya penambahan ini diharapkan pemudik nyaman selama dalam perjalanan ke kampung halaman. Kepada pemudik yang pulang kampung dengan kendaraan umum, Dirjen Pudji mengatakan pihaknya telah melakukan ramp check atau pemeriksaan kendaraan bus di seluruh terminal di Indonesia. Jumlah bus yang diperiksa sekitar 70 persrn dari jumlah bus yang beroperasi. Dari jumlah bus yang telah diperiksa, 30 persennya dinyatakan tidak layak betoperasi. (pur)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar