Radar Surabaya

 Antisipasi Uang Palsu, Jasa Penukaran Uang Dirazia

SURABAYA-Mendekati lebaran jasa penukaran uang mulai bermunculan. Munculnya jasa penukaran uang di jalanan ini snagat berpotensi dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan, termasuk mengedarkan uang palsu (upal). Untuk itu, polisi mengelar razia lapak-lapak jasa penukaran di beberepa jalan protokol di Surabaya pada Selasa (6/6). 

Dalam melakukan razia tersebut, polisi dari unit Pidek Satreskrim Polrestabes Surabaya menyisir sejumlah jalan yakni di Jalan Rajawali, Jalan Jembatan Merah, Jalan Veteran, hingga Jalan Pahlawan. Satu persatu polisi mendatangi lapak-lapak penyedia jasa penukaran uang baru tersebut. 

Setelah itu, polisi lantas memeriksa uang baru yang siap ditukarkan. Dengan seksama, polisi melihat secara detail kondisi uang baru dari berbagai pecahan tersebut. Polisi memeriksa standar keamanan pada uang, yakni melihat pita pengamanan dan nomer seri uang, meraba dan menerawang uang tersebut. 

Selain memeriksa, razia yang dipimpin oleh Kasubnit Pidek Satreskrim Polrestabes Surabaya Ipda Hadi Ismianto ini juga mengimbau kepada para jasa penukar uang untuk tidak berbuat nakal. Seperti sengaja menyelipkan uang palsu pada bendelan uang asli. Tidak hanya itu, mereka juga diminta waspada kepada para calon penukar uang untuk meneliti uang yang ditukar.  

"Hasilnya razia ini kami tidak menemukan adanya upal. Meski demikian, kami meminta warga tetap waspada sebab potensi kecurangan bisa muncul dari pembeli dan jasa penukaran uang itu sendiri," ungkap Ipda Hadi, Selasa (6/6).

Hadi juga menjelaskan, kebutuhan terhadap uang baru memang mulai tinggi. Satreskrim memang memberikan atensi lantaran hal itu berpotensi mendorong tindak kriminalitas. Dia juga berharap Bank Indonesia (BI) sejatinya mengeluarkan larangan kepada masyarakat untuk menjual uang. Namun, karena sudah menjadi budaya musiman, penjualan pecahan uang baru saat lebaran diperbolehkan. 

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar